Bolehkah Dokter Gigi Laki-laki Mengobati Pasien Wanita?

 

Assalamu’alaikum wa rahmatullah …

Apakah boleh bagi dr. Gigi laki-laki melakukan operasi pencabutan gigi pasien wanita karena sakit atau lemah, seraya tetap dijaga tidak ada khalwat dan lantaran keterbatasan biaya…

Apakah dalam hal ini ada pembedaan antara wanita yang masih kecil dengan wanita lanjut usia, dan apabila tidak diperbolehkan, maka bagaimana hukumnya saat dhorurot, dan dhorurot yang bagaimana yang diizinkan syari’at.

 

Dijawab oleh Asy-Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi

Alhamdulillah Washalatu wa salamu ala Rosulillah…

Hukum asalnya adalah pengobatan bagi pasien wanita dilakukan oleh dokter-dokter wanita, dan pasien laki-laki diobati oleh dokter-dokter laki-laki…

Karena itu apa faidahnya, banyaknya lulusan dokter-dokter wanita dari universitas-universitas pada setiap tahunnya, bila hajat pengobatan para wanita tidak terpenuhi, dan tidak melakukan pengkhususan dokter wanita mengobati pasien wanita!!!

Maka termasuk hal yang wajib bagi dokter laki-laki yang muslim mengkhususkan pengobatan terhadap pasien laki-laki, demikian pula dokter wanita yang muslimah mengkhususkan pengobatan terhadap pasien wanita.

Karena tidak halal bagi dokter laki-laki muslim menyentuh wanita ajnabiyah, sebagaimana yang ditegaskan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Thabraniy di dalam (kitab) Al Kabir:

“Sungguh, salah seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum besi, maka hal itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”

Berdasarkan hadits tersebut, maka tidak dihalalkan bagi wanita muslimah memberi kesempatan kepada laki-laki ajnabi (bukan mahrom) manapun dari menyentuhnya, kecuali karena dharurat (sangat terpaksa).

Sebagaimana diketahui bahwa, ketika kondisi kesempitan, di sana ada keluasan (kemudahan), sebagaimana firman Allah ta’ala:

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ

“Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.” [QS. Al Baqarah 173]

Oleh karena itu, apabila penanya berada di suatu daerah yang jauh, yang tidak ada di daerah tersebut kecuali dokter laki-laki, atau ada dokter wanita tetapi dia tidak mampu membayar pengobatan keluarganya, dan yang mudah baginya adalah pengobatan yang tanpa biaya atau biayanya lebih murah jika pergi ke dokter laki-laki. Atau pun pasien wanita memerlukan penanganan yang tidak diyakini olehnya kecuali kepada dokter laki-laki yang khusus dan terbukti keahliannya, dan tidak bisa dilakukan kecuali oleh dokter laki-laki.

Karena kondisi dhorurot, maka hal yang terlarang diperbolehkan untuk dilakukan dan tidak ada dosa Insya Allah dalam hal itu, dengan syarat tidak dilakukan dalam pengobatan itu kholwat (berduaan tanpa mahram) dan tidak menyingkap dari wanita kecuali bagian yang akan diobati.

… Wallahu ‘alam.

 

Alih Bahasa: Abu Yusuf Al Indunisiy

Akhir Dzul Hijjah 1432 H.

Mu’taqol thaghut Jakarta Barat.

 

sumber : http://millahibrahim.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s