Belanda Akan Larang Cadar Tahun Depan

Pemerintah Belanda berencana untuk melarang pemakaian cadar oleh muslimah di ruang publik. Sontak saja rencana ini mengundang reaksi negatif dan kecaman dari kelompok-kelompok Muslim dan partai politik lainnya sebagai serangan terhadap kebebasan beragama.

Dalam rapat kabinet pada hari Jumat, pemerintah Belanda  berencana untuk melarang cadar atau birka dan bentuk lain dari pakaian yang menutupi wajah dari tahun depan.

“Kami berharap bahwa larangan mengenakan penutup wajah akan mulai berlaku pada awal tahun 2013,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Vera Hoogendoorn Agence France Presse (AFP).

“Semuanya tergantung pada kecepatan ruu mana yang akan di bahas di majelis atas dan majelis rendah parlemen,” katanya.

Deputi Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi, Maxime Verhagen mengatakan pada hari Jumat proposal akan dimasukkan untuk voting di parlemen minggu depan setelah dicek oleh Dewan Negara, pengadilan administrasi tertinggi.

Undang-undang baru juga akan menetapkan bahwa pelanggar akan didenda hingga 390 euro ($ 510), kata kementerian tersebut.

Larangan itu akan membuat Belanda negara Eropa ketiga yang melarang burqa setelah Perancis dan Belgia.

Sebelumnya pada tanggal 16 September, anggota kabinetmenyetujui larangan cadar di bawah kesepakatan dengan partai sayap kanan anti-imigrasi Geert Wilders.

Kebebasan Beragama

Keputusan kabinet Belanda dinilai sebagai pembajakan kebebasan beragama bagi perempuan Muslim.

“Penentuan nasib sendiri adalah prioritas utama kami,” kata Leyla Çakir, yang mengepalai kelompok perempuan Muslim Al Nisa, mengatakan kepada Radio Belanda  bahwa perempuan harus diizinkan untuk memutuskan sesuatu untuk diri mereka sendiri.

“Beberapa wanita sekarang mungkin juga memutuskan untuk mengenakan burqa sebagai protes dari larangan tersebut, namun sejumlah perempuan sekarang cenderung untuk tidak meninggalkan rumah mereka lagi.”

Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang. Adapun cadar, mayoritas ulama Muslim menyatakan bahwa seorang wanita tidak wajib menutup wajah atau tangan. Bagaimanapun mereka menyerahkan hal tersebut  kepada perempuan untuk memutuskan apakah akan memakai cadar.

Untuk Belanda, keputusan politik ini hanyalah aksi simbolik saja terhadap islamphobia, karena diperkerikan hanya sekitar 300 wanita di Belanda yang diyakini memakai burqa dan mereka jarang terlihat di depan umum.

[muslimdaily.net/onislam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s