Renungan Terhadap Hasil-Hasil Jihad (Bag. 2)

Renungan Kedua

Serahkan Urusan Kepada Ahlinya

Telah lalu dalam renungan pertama bahwa di antara makna firman Allah ta’ala tentang akibat membunuh kaum muslimin tanpa pengetahuan Menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan, yaitu terjadi mafsadah pembicaraan kaum musyrikin bahwa kaum muslimin membunuh orang-orang Islam sendiri, dan kalian dipermalukan dengan hal itu. Telah shahih pula dalam banyak hadits dari Nabi saw tatkala beliau diajak oleh sebagian para sahabat untuk membunuh sebagian kaum munafiqin bahwa beliau menolak hal itu dan bersabda:

دعهم ، يتحدث الناس محمدٌ يقتل أصحابه

Biarkan mereka, (agar) manusia (tidak) membicarakan Muhammad membunuhi para sahabatnya.

 

Ini adalah mafsadah yang mana Allah mempertimbangkan untuk menghindar darinya terutama pada fase-fase sebelum kemenangan dan tamkin kamil (penguasaan penuh) di muka bumi, maka wajib atas mujahidin untuk memperhatikannya dengan cara memilih target-target yang lebih bersih dan lebih bermanfaat bagi jihad serta bagi Islam dan kaum muslimin, lagi lebih mematikan dan lebih membuat geram musuh-musuh agama ini, serta lebih jauh dari pencampuran masalah, pencorengan jihad dan penggelembungan lingkaran konflik.

Sesungguhnya orang yang mencermati sebagian ‘amaliyyat yang dilaksanakan oleh sebagian orang yang tidak menguasai salah satu dari dua fiqh itu, fiqh syar’iy dan fiqh waqi’ atau kedua-duanya secara bersamaan: Ia akan melihat bahwa mereka itu tidak mempertimbangkan mafsadah ini dalam memilih target, sasaran atau penentuan waktunya dan mereka sama sekali tidak memperdulikan hal itu di mana mereka tidak melihat pada realita dengan pandangan yang jeli dan mereka tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitar mereka di dunia ini agar mereka berada di level tantangan zaman dan tipu daya musuh, serta agar mereka mengetahui apa yang paling bermanfaat bagi agama mereka dan paling berfaidah bagi Islam serta jihad mereka, kemudian mereka memilihnya.

Tatkala kaum muslimin dan yang lainnya mengikuti perkembangan berita Al Qa’idah dan Thaliban sedang mereka itu tampil menghadang musuh-musuh Islam dari kalangan salibis, kaum sekuler dan komunis, begitu juga pandangan mereka dibuat terkagum-kagum dengan keteguhan mujahidin Chechnya dan penhancurannya terhadap kesombongan pihak keamanan Rusia serta penghinaan mereka terhadap kepongahannya dengan bentuk mereka memindahkan medan peperangan dari pelosok Chechnya ke jantung Moskow. Mereka juga terkagum-kagum lagi terpesona dengan penantangan anak-anak dan para pemuda di Palestina terhadap tank-tank Yahudi dan senjata-senjata mereka yang lengkap, serta mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka bagaimana tentara Yahudi lari dengan senjatanya kabur ke belakang karena takut batu-batu yang dilemparkan anak kecil kepadanya, tiba-tiba datang muncul kepada kita sebagian manusia dari kalangan yang saya anggap mereka itu mengurung akal mereka dalam tempurung dan tidak mengetahui realita ini, (mereka datang) untuk menembaki orang-orang yang shalat dalam sebagian masjid-masjid Sudan, dan yang lainnya meledakkan masjid Syi’ah di suatu desa Pakistan, yang lainnya senang dengan meledakkan angkutan umum yang penuh dengan kaum muslimin laki-laki, wanita dan anak-anak di jalan Karachi dan Lahore.

Saat kaum muslimin mengharapkan hal-hal agung dan mulia, serta orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dari kalangan mujahidin umat ini berupaya melangkah kepada jihad yang memberikan tempat leluasa untuk bernaung bagi kaum muslimin di zaman ini atau kepada target-target yang menghancurkan kepongahan musuh-musuh mereka yang memerangi dan melibas kesombongannya dengan cara menghancurkan pangkalan senjata-senjata militer penghancur masal atau pusat-pusat dinas intelejen dan pilar-pilar utama politik atau pusat-pusat pemerintahan dan ekonomi di tengah negeri kaum musyrikin, tiba-tiba muncul di hadapan kita sebagian para pemuda yang bermodalkan semangat dengan sikap mereka menyerbu gereja secara mendadak, atau membunuh para turis yang lemah atau utusan lembaga-lembaga bantuan dan target-target sepele lainnya yang mana para pemuda itu tidak mempertimbangkan di dalamnya mashlahat dakwah, jihad dan Islam, serta mereka tidak memilih apa yang paling mematikan dalam menghancurkan kekuatan musuh-musuh Allah, dan pilihannya itu adalah karena ia adalah target-target yang mudah. Segolongan lainnya bangkit meledakkan gedung-gedung bioskop atau mereka membuat rencana untuk meledakkan tempat-tempat rekreasi atau gedung-gedung olahraga dan tempat-tempat lainnya yang biasa didatangi oleh muslimin yang fasiq, sehingga dengan perbuatan itu mereka menuai puluhan orang dari mereka atau ratusan dan memberikan sanksi pembunuhan terhadap mereka,padahal itu bukanlah sanksi syar’iy bagi hal semacam itu, sehingga mereka itu menggabungkan antara penyelisihan terhadap syari’at dengan sikap ngawur terhadap realita, dan dengan hal itu mereka memancing permusuhan orang-orang awam yang padahal mayoritasnya ikut menyertakan perasaan bersama jihad kaum muslimin di setiap tempat, sehingga para pemuda itu membaurkan berbagai masalah dan menggelembungkan lingkaran perhelatan, di mana seharusnya fokus memerangi para thaghut dan musuh-musuh agama di setiap tempat, akhirnya perang dan permusuhan ini justru menikam mayoritas manusia yang padahal selayaknya mereka itu didakwahi dan diselamatkan dari kebusukan-kebusukan thaghut serta dikeluarkan dari peribadatan terhadap makhluk kepada peribadatan terhadap Sang Pencipta.

Di saat manusia mengikuti berita perlawanan di Iraq dan bagaimana setiap harinya orang-orang Amerika jatuh menjadi korban, dan bagaimana mencuat semangat perang dan perlawanan di tengah masyarakat muslim ini, dan menyebabkan keterjepitan Bush dan pemerintahannya serta menggagalkan rencana-rencana dan ambisi-ambisinya, tiba-tiba sebagian orang mengejutkan kita dengan operasi-operasi yang aneh dan ganjil yang membuat jatuh korban puluhan warga Iraq di sana sini dengan mobil bermuatan bom yang diletakkan di jalan-jalan Baghdad atau dengan yang ditembakkan ke penjara untuk menuai puluhan warga Iraq dari kalangan para pengguna jalan atau narapidana.

Semua orang yang berakal sepakat setelah itu bahwa para pemuda itu dengan perbuatan-perbuatan mereka yang serabutan lagi ngawur antara kebodohan terhadap syari’at dan kebodohan terhadap realita adalah menyelamatkan presiden salib Bush dari kesalahannya yang selalu dijadikan celaan terhadapnya oleh media informasi dunia hari ini. Media-media itu mengalihkan pembicaraan dari berita tentang korban-korban warga Inggris dan Amerika yang setiap hari menjadi sasaran perlawanan, kepada pembicaraan tentang korban-korban warga Iraq akibat serangan orang-orang yang media sebut mereka sebagai kaum teroris, dan beralihlah para tentara pendudukan Amerika itu dari statusnya sebagai pasukan pendudukan dan penginvasi menjadi para pelindung rakyat Iraq dari para teroris, serta mereka berbalik menjadi para penghadang teror.

Rakyat Iraq dipancing untuk memusuhi, yang seharusnya rakyat itu bekerjasama dengan mujahidin dan di pihak perlawanan, justru engkau melihat masyarakat itu melaknati dan mencela mereka serta berupaya untuk menyerahkannya kepada Amerika.

Wahai kaum, sesungguhnya paham akan syari’at dan paham akan realita serta mengetahui tipu daya musuh dan cermat terhadap makar mereka adalah membantu mujahid untuk memilih target sasaran yang jitu, pada tempat yang tepat dan waktu yang pas.

Bila mujahid tidak mempedulikan hal ini, maka dia bakal mendapatkan kesulitan dalam jihadnya dan dia menuai banyak mafsadah daripada mashlahat dan kegagalan daripada keberhasilan, bahkan bisa jadi dari perbuatannya ini musuh-musuh agama memetik buah dan faidah.

Betapa banyak ‘amaliyyat karena keburukan pemilihan target dan waktu yang tepat pada suatu kondisi tertentu, justeru yang mengambil untung darinya adalah thaghut dan tokoh-tokoh kafir, di mana ia menyelamatkan mereka dari keterpurukan dan mengeluarkan mereka dari penyudutan-penyudutan serta memberikan kepada mereka legalitas-legalitas dan alasan-alasan untuk mengencangkan tekanan, penindasan dan intimidasi, tanpa ‘amaliyyat itu menghadirkan sedikitpun faidah atau mashlahat bagi agama ini, bahkan sesungguhnya sebagian perbuatan-perbuatan yang ngawur ini kadang membantu pada keberhasilan pemilihan suara bagi thaghut yang sudah hampir jatuh, atau memalingkan pandangan darinya dan mengeluarkannya dari krisis atau keterpurukan yang si thaghut itu dirundung dengannya, dan bisa jadi sebagian petinggi-petinggi dan pejabat-pejabat teras badan intelejen dengan sebab operasi-operasi ngawur dan tanpa pengkajian ini memetik keuntungan seperti kenaikan pangkat, bonus dan kewenangan-kewenangan ; sehingga mereka naik ke posisi tinggi kethaghutannya di atas punggung para pemuda itu. Di sisi lain, kaum muslimin memetik darinya kesedihan dan kemunduran dengan berulang-ulangnya sikap ngawur, kegagalan dan kesalahan-kesalahan itu sendiri.

Oleh sebab itu dikenal dari saya ungkapan yang selalu saya ulang-ulang di pendengaran banyak orang-orang yang terlalu semangat (Kalian memilih sibuk diam, atau jangan menyibukkan diri dan sibuklah dengan dakwah, cukuplah itu bagi kami, sungguh kami telah kenyang) !!

Hai pembuat busur panah, kamu tidak cakap membuatnya jangan kamu rusak dia dan berikan busur itu kepada ahlinya. Maka apakah para mujahidin ingat terhadap hal seperti ini dan apakah mereka mengetahui benar ajaran Tuhan mereka dan realita umatnya, agar mereka berada pada level yang layak bagi jihad Islami yang agung serta merealisasikan harapan kaum muslimin.

Mereka telah mempersiapkanmu untuk suatu yang andai kau tahu maka jauhkan dirimu dari bermain dengan hal yang sia-sia.

*******

Renungan Ketiga

Dan Kamu Ditampakkan-Nya Berjumlah Sedikit Pada Penglihatan Mata Mereka.

Orang yang berakal adalah orang yang bersembunyi dalam kelemahannya dan mencermati keadaan betapa minimnya personel dan perlengkapannya, dia meneliti kelemahan-kelemahan musuhnya tanpa mengusik perhatian musuhnya itu, serta dia membuat tipu muslihat terhadapnya tanpa mengingatkannya agar ia aman dari balasannya, karena dia menghindari tipu dayanya serta menunggu kelengahannya, karena sesungguhnya sesumbar dan ancaman sebelum pelaksanaan adalah mengingatkan musuh agar menyiapkan persiapan, sedang pelakunya bagaikan orang yang menunggu angin datang dengan panahnya sebelum waktu memanah tiba atau bagaikan orang yang mengusik hewan buruan sebelum dipanah.

Barangsiapa berlebihan dalam ancaman dan memperbanyak ancaman maka ia disepelekan oleh musuhnya, karena ancaman itu tidak melukai jiwa dan tidak melumpuhkan musuh, sedang memperbanyak darinya adalah menggugurkan rasa takut musuh dan menghilangkan kepercayaan. Barangsiapa ingin cerdik maka janganlah ia memberitahukan kecerdikannya kepada musuh, karena orang yang dikenal cerdik maka musuh pasti hati-hati darinya, sampai orang lemahpun menghindar darinya, apalagi orang yang kuat.

Peperangan orang-orang yang tertindas selalu tidak bersandar kepada banyaknya personil dan persenjataan, akan tetapi ia memanfaatkan titik kelemahan musuh dan kelengahan serta kelalaiannya, dan ia memilih pukulan-pukulan yang telak di waktu-waktu yang mematikan. Akan tetapi sebagian orang yang tidak memahami hakikat-hakikat ini malah suka menakut-nakuti dengan bulunya dan memberikan bagi dirinya bentuk yang lebih besar dari bentuk kemampuan yang sebenarnya, sehingga hal itu menimbulkan musuh memperhitungkan baginya seribu perhitungan, dan ia tidak merasa cakap mengawasi dan mengintainya dengan peralatan keamanan lokal, akan tetapi ia meminta bantuan terhadapnya dengan wali-walinya di seluruh belahan bumi untuk melumpuhkan terornya yang mana mereka menjadikannya sebagai teror yang mendunia (Global Terror ed.)!!.

Seandainya teman kita ini berakal, tentu ia tidak merasa senang dengan sikap pembesar-besaran yang sengaja dilakukan oleh musuh itu, karena termasuk sikap bodoh bila dia senang dengan alasan-alasan yang dijadikan legalitas oleh musuh untuk membekuknya, dan tergolong sikap dungu membantu musuh terhadap pengobralan kebohongan-kebohongannya yang membesar-besarkan bahaya dia agar dengannya mereka mengompori dunia terhadapnya dan agar mereka saling bahu-membahu untuk menghabisi bahayanya. Terkadang teman kita ini terkena sedikit penyakit bangga diri, sehingga ia lupa terhadap kadar kemampuan dia yang sebenarnya dan ia membenarkan pembesar-besaran yang dilakukan musuh-musuhnya itu terhadapnya, kemudian ia bertingkah seolah memang ia itu sebagaimana yang disifati oleh musuh-musuhnya, dan kemudian ia mulai melontarkan penegasan-pengasan yang berapi-api dan ancaman-ancaman kehancuran dan kebinasaan yang besar, seolah ia adalah Al Qa’qa Ibnu ‘Amr atau Qutaibah Ibnu Muslim yang awal pasukannya di Baghdad sedangkan ujungnya menggedor tembok Cina yang besar (The Great Wall, ed.). Masalahnya adalah apa yang akan kalian lihat, bukan apa yang kalian dengar, sedang kalian akan melihat api, asap, roti dan arang, sehingga dengan hal itu dia memperdaya para pengikut dan akhirnya mereka bertingkah seolah kendali dunia di tangan mereka, sehinga melekat pada sikap mereka ini ucapan seorang penyair:

Sungguh burung Zurzur tatkala ia terbang

Ia menyangka bahwa ia telah menjadi sang Elang

Dan debupun setelah itu tersingkap menampakkan busa-busa seperti

Busa sabun yang ditiup anak-anak kecil,

kemudian busa itu membesar dan membesar kemudian terbang tinggi,

dan tiba-tiba setelah itu lenyap begitu saja...

Andaikata ia menghargai jihad dan dakwahnya tentu dia tidak akan berbicara dan tentu dia menggunakan sikap sembunyi-sembunyi dalam melaksanakan kegiatannya. Karena termasuk kewibawaan sang panglima dan keotentikan ucapannya adalah dia tidak mengeluarkan ancaman melainkan ia itu benar-benar memiliki apa yang dia ancamkan, agar ancamannya itu tidak menjadi seperti busa-busa itu.

Di antara keberhasilan dan keberuntungannya adalah dia tidak memberikan kepada dirinya sesuatu yang lebih besar dari kadar kemampuan yang sebenarnya. Bila ia serius dalam operasinya lagi jujur bersama dirinya, maka ia sembunyikan kekuatan yang dia miliki agar nampak seolah ia tidak memiliki apa-apa, sehingga si musuhnya itu menyepelekannya, menganggapnya kecil dan tidak menyiapkan persiapan yang layak untuk menghadapinya. Sebagaimana suatu ungkapan:  ((Siapa yang dianggap kecil oleh musuhnya, maka musuhnya terpedaya dengannya, dan barangsiapa musuhnya terpedaya dengannya maka dia tidak akan selamat darinya, sehingga bila ia menyergap musuhnya maka ia menyergapnya bagaikan sergapan binatang buas )).

Allah ta’ala berfirman dalam mensifati masalah ini sebelum perang Badar:

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولا وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ (٤٤)

“Dan kamu ditampakkannya sedikit pada mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan”, (QS. Al Anfal: 44).

Ini adalah di awal peperangan, sampai Abu Jahal berkata seraya melecehkan kaum mukminin: (Mereka itu hanyalah sejumlah orang-orang yang makan seekor unta[1], tangkaplah mereka itu dan ikatlah dengan tali). Kemudian tatkala dua pasukan bertarung dan mereka saling menyerang serta kaum mukminin tangguh bagikan singa, maka mereka menjadi besar dan banyak di mata kaum musyrikin, sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولا وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الأمُورُ (٤٤)

“Mata kepala mereka melihat (seakan-akan) kaum muslimin dua kali jumlah mereka”, ( Ali Imran: 13 ).

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang paham akan dien kami ini dan cermat akan realita kami, dan bungkamlah musuh-musuh kami…

*******

Renungan Ke Empat

Dan Supaya Jelas Jalan Orang-Orang Yang Kafir

Orang yang menghadapi musuh-musuh agama ini dan ia berupaya untuk menghancurkan kebathilannya tidaklah layak menelantarkan pengetahuan hukum Allah tentang mereka kaum kafir sebelum itu, sehingga ia lemah pandangannya terhadap mereka lagi berbaik sangka terhadap mereka atau menganggap mereka masih sebagai muslim.

Saya mengetahui banyak pemuda yang karena didorong semangat akhirnya mereka melangkah untuk jihad, memiliki senjata dan melakukan rencana karenanya. Kemudian tatkala mereka tertangkap (aparat thaghut), saya amat terpukul saat saya mengetahui bahwa para pemuda itu berinteraksi dengan aparat yang menangkap mereka itu seolah para aparat tersebut adalah kaum muslimin, para pemuda itu mempercayai janji-janji mereka dan merasa keberatan dari berbohong terhadap mereka (atau) dari melakukan pengecohan dalam penyidikan. Para pemuda itu berlaku jujur dalam pengakuan-pengakuannya dan memberikan keterangan yang detail lagi membosankan di hadapan mereka dengan dasar dugaan para pemuda tersebut bahwa para aparat itu amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Kemudian pada akhirnya para pemuda itu dengan sebab pengakuan-pengakuannya tersebut mendapatkan vonis-vonis yang aniaya lagi dzalim, juga lama mendekam di penjara.

Jadi ketidaktahuan mereka terhadap jalan orang-orang kafir dan hukum Allah tentang mereka dan ketidakpahaman akan ketulusan sikap aparat tersebut terhadap wali-wali mereka yang kafir dan bahwa mereka itu tidak akan memelihara hubungan kekerabatan terhadap orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian, serta kebodohan para pemuda itu terhadap tipu daya mereka dan pengkhianatan mereka terhadap mujahidin, dan bahwa hukum asal pada diri mereka dan pada akhlaq mereka adalah dusta dan khianat, (itu semua) menjadikan para pemuda itu merasa percaya terhadap para aparat tersebut.

Saya mengetahui salah seorang yang hafal Al Qur’an dari kalangan yang memiliki ketabahan dan kesabaran, dia disakiti, dipukuli dan disiksa dengan siksaan yang dahsyat agar dia mau mengakui pengakuan-pengakuan yang dengannya dia akan divonis dengan vonis penjara yang lama, akan tetapi dia teguh dan enggan untuk mengaku, walaupun intimidasi dan penyiksaan dahsyat yang ditimpakan kepadanya. Kemudian mereka akhirnya menggunakan cara tipu daya dan muslihat terhadapnya. Sebelum ditangkap saudara kita ini adalah imam di salah satu masjid, maka mereka melimpahkannya kepada penyidik yang sering shalat bermakmum kepadanya di masjid itu. Si penyidik itu memperkenalkan dirinya kepada Al Akh ini dan ia mengingatkannya akan shalat dia bersamanya di mesjid itu serta dia bersumpah dengan sumpah yang sebenar-benarnya bahwa ia akan membantu saudara kita ini bila ia mau mengaku dan tidak akan melimpahkan (kasusnya, ed.) ke Mahkamah, maka akhirnya Al Akh ini membuat pengakuan kepada si penyidik ini dengan bersandar terhadap janji si penyidik kepadanya tanpa sedikitpun si penyidik menyentuhnya dengan pukulan, setelah sebelumnya ia teguh dan tidak mau mengaku di bawah siksaan yang sedikit orang bisa menanggungnya. Para penyidik itu berhasil mendapatkan darinya dengan tipu daya, muslihat, janji dan sumpah-sumpah yang bohong terhadap apa yang tidak mereka dapatkan darinya dengan intimidasi dan penyiksaan. Maka akhirnya balasan kepercayaan dia terhadap mereka serta pembenarannya terhadap janji dan jaminan-jaminan mereka adalah ia divonis penjara seumur hidup (SH).

Tentunya al akh ini sebelum itu tidaklah menganggap kafir orang-orang jahat itu, dan bisa jadi karena ia belum memiliki kejelasan tentang jalan orang-orang kafir (sabilul mujrimin) itu, maka shalat si penyidik itu memiliki arti yang banyak menurut dia. Sedang ini adalah kesalahan besar yang membebaninya sampai hari ke sepuluh tahun di penjara… semoga Allah membebaskannya.

Saya juga mengetahui seorang pemuda yang menemukan sebuah bom di hutan, lalu dia mengambil bom itu (untuk dibawa, ed) ke rumahnya, kemudian di saat waktu kedunguan yang membinasakan dia memutuskan untuk menjadi warga negara yang baik –sebagaimana ungkapan mereka !!– dan dia pun pergi ke kantor polisi yang tentunya dia berbaik sangka terhadap mereka dan tidak mengkafirkan mereka. Dia mengutarakan kepada mereka bahwa ia menemukan bom di hutan dan sekarang ada di rumahnya serta ia ingin dari mereka untuk datang agar ia menyerahkan kepada mereka… maka mereka meminta darinya agar menunggu mereka di rumahnya dan bahwa mereka akan datang untuk menerimanya setelah satu jam. Dan memang kurang dari satu jam mereka telah datang… akan tetapi dengan jumlah yang besar dari personel kepolisian, detasemen khusus, intelejen dan mobil-mobil yang dipersenjatai, mereka mengepung rumah itu, menggrebeknya, memeriksanya, dan menangkap dia bersama bomnya…!!! dan mereka menyidiknya dengan tuduhan kepemilikan bom dan bahan peledak tanpa perizinan yang sah, serta mereka tidak mengutarakan masalah yang sebenarnya, yaitu bahwa dialah yang memberitahukan kepada mereka tentang bom itu dan yang meminta kedatangan mereka untuk menyerahkannya. Justru mereka malah menyebutkan bahwa aparat intelejen dan polisilah yang menyingkap dengan kelihaian, pengalaman dan pengintaian mereka terhadap kepemilikan bom itu dan mereka melindungi masyarakat dari bahaya yang mengancam. Akhirnya atas dasar itu dia divonis tujuh tahun penjara.

Saya juga mengetahui pemuda lain yang hidup di jazirah Arab di mana di sana para syaikh pemerintah selalu melarang dari mempelajari hukum-hukum takfir, menakut-nakuti dan menghati-hatikan (para pemuda) dari hukum-hukum itu, serta mereka menganggap pengkafiran pemerintah-pemerintah yang ada dan para ansharnya sebagai sikap ghuluw dalam agama dan termasuk ajaran kaum takfiriyyin dan ‘aqidah khawarij, maka diapun tidak mau melelahkan dirinya dalam mengenal status para penguasa dan aparat-aparat mereka di dalam dienullah, apa gerangan bila dia melihat sebagian mereka itu shalat ?? atau dia melihat –wah coba bayangkan– tanda (atsar) sujud di dahi sebagian mereka…??.

Semangat telah menggerakkan teman kita ini untuk berpikir pergi jihad fi sabilillah memerangi Yahudi di Palestina. Maka dia berhasil meloloskan senjata otomatisnya sampai dia bisa menyelinap dengan cara mengagumkan melewati sungai tanpa mengusik sedikitpun atau mengundang perhatian para tentara Yordania yang berjaga-jaga di perbatasan Yahudi –tentunya dia tidak mengetahui bahwa mereka itu para penjaga dan pelindung Yahudi–, karena kalau tidak demikian tentu dia tidak cenderung kepada mereka atau percaya terhadap mereka, oleh sebab itu dan setelah dia berhasil menyebrangi sungai serta dia merasa sangat kehausan dan dia ingat bahwa dia tidak membawa perbekalan air, maka dia kembali ke belakang dan pergi menuju pos penjagaan salah seorang tentara itu untuk meminta air dengan penuh kedunguan dan keluguan, dan dia merasa tenang-tenang saja saat ia sampai ke tempat tentara itu maka ia mendapatkannya sedang shalat. Setelah si tentara itu menyelesaikan shalatnya dan ia melihat teman kita ini dengan senjata di tangannya, maka ia menanyakan tentang tujuannya, kemudian dengan kedangkalannya, teman kita ini mengutarakan maksudnya kepadanya, dan dia meminta air darinya, maka si tentara itu memberinya air kemudian meminta darinya untuk memperlihatkan senjatanya kepadanya –dan di sini saya diam sejenak dan membandingkan serta mengingat Abu Bashir radliyallahu ‘anhu dan kecerdikan orang mukmin serta bagaimana dia meminta dengan kecerdikannya dari kedua orang yang menawannya untuk memperlihatkan kepadanya pedang mereka, maka dia membunuh salah satunya sehingga dalam hal itulah keselamatannya– adapun teman kita ini maka dengan keluguan dan kedangkalannya malah memberikan senjatanya kepada si tentara yang shalat dan dia percaya terhadapnya!! maka akhirnya dalam hal itulah penderitaannya di mana si tentara langsung menembakkan senjatanya (ke udara) dengan alasan mencobanya, padahal sebenarnya dengan hal itu dia bermaksud mengundang dan mengingatkan kawan-kawannya, maka mereka pun datang dengan cepat, menghampirinya dan menangkap saudara kita ini yang akhirnya dilimpahkan ke Mahkamah Keamanan Negara dan ujungnya divonis tujuh tahun penjara.

Kisah-kisah tersebut –wahai saudara-saudaraku– demi Allah adalah kisah nyata yang ada di penjara-penjara negeri saya dan bukan khayalan belaka, serta kisah-kisah serupa adalah banyak. Sedangkan penderitaan-penderitaan yang terjadi itu, penyebab umumnya adalah berbaik sangka kepada musuh-musuh Allah dan ketidakpahaman akan jalan orang-orang yang kafir (sabilul mujrimin), serta ketidaktahuan akan realita kejahatan mereka, makar mereka terhadap jihad ini, tipu muslihat mereka terhadap mujahidin serta loyalitas mereka terhadap musuh-musuh agama ini.

Tujuan itu bagi mereka adalah melegalkan segala macam cara, dan bagi mereka tidak apa-apa menggunakan jalan apa saja baik yang mulia maupun tidak mulia untuk melumpuhkan jihad para mujahidin dan melindungi tahta orang-orang durjana. Asal pada diri mereka itu adalah kebohongan, sedangkan jalan mereka adalah penghianatan dan pelanggaran janji…

لا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلا وَلا ذِمَّةً وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ (١٠)

“Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang mukmin dan tidak pula (mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampui bata”, (QS. At Taubah: 10 ).

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)“ (QS. An-Nisa: 89).

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Mereka itulah musuh ( yang sebenarnya ), maka waspadalah terhadap mereka semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka bisa dipalingkan  (dari kebenaran)?” (QS. Al Munafiqun: 4).

Orang yang tidak memahami hal-hal ini dan tidak mengetahuinya serta tidak memiliki kejelasan tentang jalan orang-orang kafir maka jihad tidak membutuhkan dia dengan keluguan dan kedunguannya, sebagaimana jihad juga tidak butuh tambahan kegagalan dan keterpurukan.

 

Barangsiapa jadikan singa sebagai elang untuk berburu

Maka dia menjadi sasaran buruan tipu daya singa itu.

 

 ******

Bersambung…


[1] Yaitu mereka itu sedikit, jumlahnya tidak melebihi jumlah orang-orang yang makan satu ekor unta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s