Renungan Terhadap Hasil-Hasil Jihad (Bag.11)

Renungan Ke Delapan Belas

 

Tidak Membahayakan Mereka Orang Yang Menyelisihi Mereka

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya sesudahnya…

Sungguh telah shahih dari Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan dari sekian belas sahabat bahwa beliau berkata tentang sifat kelompok yang tegak nampak di atas perintah Allah:

لا تزال طائفة من أمتي قائمة بأمر الله ، وفي رواية : ظاهرين على أمر الله ، لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله وهم ظاهرون على الناس ) .

Senantiasa sekelompok dari umatku tegak berdiri dengan perintah Allah,Dan dalam satu riwayat: “Nampak di atas perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang yang mematahkan semangat mereka dan orang yang menyelisihi mereka sampai datang ketentuan Allah sedang mereka unggul atas manusia”

 

Kami telah berulang kali berbicara tentang hadits yang agung ini dan tentang Ath Thaifah Adh Dhahirah Al Manshurah, semoga Allah menjadikan kita bagian darinya, dan kami juga telah berbicara tentang makna-makna dhuhur (nampak/menang)nya dan penegakannya akan dien ini, serta tentang sifat-sifat mereka terpenting dalam banyak tulisan-tulisan kami, namun hari ini kami akan berdiam sejenak bersama satu sifat yang agung lagi penting dari sifat-sifat ini seraya kami memalingkan perhatian para du’at dan mujahidin kepadanya dan kami ingatkan mereka terhadapnya, terutama setelah kami melihat di antara kelompok-kelompok kaum muslimin ada orang yang tafrith (kurang perhatian) atau taqshir (teledor) dalam sifat ini, yaitu sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم

Tidak membahayakan mereka orang yang mematahkan (semangat) mereka dan orang yang menyelisihi mereka.

Terpengaruh oleh mukhalifin (orang-orang yang menyelisihi) dan terganggu oleh mukhadzdzilin (orang-orang yang mematahkan semangat) adalah cacat dan penyakit yang memiliki berbagai bentuk dan efek negatif, dan ia telah membuat lobang di tengah jama’ah-jama’ah umat dan kelompok-kelompoknya, serta ia telah menjadi satu rintangan dari berbagai rintangan kebangkitannya dan hambatan dalam jalan keberhasilan jihadnya dan kemenangan du’atnya; suatu hal yang menuntut renungan perhatian dan peringatan, itu dikarenakan sesungguhnya orang yang memilih jalan bergabung dengan kafilah kelompok yang menegakkan dienullah lagi nampak di atas perintah Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan mampu menampakkannya secara penampakan yang sebenarnya dengan bentuk-bentuknya yang paling indah dan sebagaimana yang dicintai dan diridhai Rabb kita sampai ia membebaskan diri dari penyakit ketergangguan oleh mukhalifin serta ia membersihkan diri dari seluruh bentuk-bentuknya yang memalingkannya atau menghalanginya dari jalan Ath Thaifah Adh Dhahirah Al Manshurah dan manhajnya yang lurus serta jalan para tokohnya yang mustaqim…

Oleh karena itu dan karena amat berbahayanya penyakit ini atas para du’at dan mujahidin, dan beragamnya penyakit ini serta pengaruh-pengaruhnya yang bercabang-cabang dalam realita hari ini, maka saya akan membahas dalam renungan ini –dengan ringkas seraya saya berharap ia itu tidak mengurangi kejelasan– masalah ini dan saya akan menanggulanginya dengan memandang kepada:

–       Macam-macam mukhalifin atau mukhadzdzilin yang berupaya mengganggu para du’at dan mujahidin agar sang mujahid memiliki bashirah tentang mereka…

– Cara–cara, sarana–sarana dan metode–metode yang digunakan dalam idlrar (mengganggu) dan takhdzil (menggembosi/mematahkan semangat) para du’at dan mujahidin…

– Bentuk–bentuk tadlarrur (ketergangguan) oleh mukhalifin, untuk mengingatkan terhadapnya dan menghati-hatikan darinya kemudian kemungkinan mengobatinya…

– Kemudian saya meningkat pada pengobatan yang jitu dan jalan keluar dari fitnah ini, semoga Allah melindungi kita darinya…

Maka ketahuilah bahwa orang yang mengamati riwayat-riwayat hadits itu maka ia akan mendapatkan bahwa orang-orang yang berupaya untuk mengganggu para du’at dan mujahidin itu adalah antara mukhadzdzil dan mukhalif…

Adapun mukhdzdzilun maka macam-macam mereka adalah amat banyak serta metode-metode dan sarana-sarana mereka dalam idlrar (mengganggu) para du’at dan mujahidin adalah beraneka ragam…

Maka di antara mereka adalah para thaghut jin dan manusia, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain ucapan-ucapan yang indah dalam rangka menipu, dan pimpinan mereka adalah penghulu mereka yaitu syaitan yang telah bersumpah untuk menyesatkan anak Adam dan memalingkan mereka dari jalan yang lurus untuk supaya dia giring mereka bersamanya ke dalam neraka:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (١٦) ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (١٧)

“Iblis menjawab: “...karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalanghalangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at), (QS. Al A’raf: 16-17)

Perhatikan kesungguhan musuh Allah dalam memalingkan anak Adam dari jalan yang lurus, keragaman jalan-jalannya serta keragaman jalan masuknya, dia bersungguh-sungguh dalam hal itu dari setiap sisi dan jalan, dan ia tidak peduli bila mampu menyesatkan da’i atau mujahid atau memalingkannya ke ketergelinciran apa saja, baik itu syahwat yang menggelincirkan ataupun ahwa (bid’ah) yang menyesatkan, baik kepada ghuluw atau kepada taqshir, kepada ifrath atau kepada tafrith, yang penting baginya adalah bisa memalingkannya dan menyesatkannya dari jalan Allah yang lurus dan tuntutannya yang benar…

Dan sebagaimana dalam hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis, terus bersabda:

هذا سبيل الله مستقيما ، وخط عن يمينه وشماله ، ثم قال : هذه السبل ليس منها سبيل إلا عليه شيطان يدعو إليه ، ثم قرأ : (( وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ))

Inilah jalan Allah yang lurus, dan beliau membuat banyak garis di arah kanan dan kiri garis itu, terus bersabda: jalan-jalan ini tidak satu jalanpun darinya melainkan di atasnya ada syaithan yang mengajak kepadanya, terus beliau membaca: dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia: dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (QS. Al An’am: 153)

Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu ditanya tentang Ash Shirathul Mustaqim, maka beliau berkata:

تركنا محمد صلى الله عليه وسلم في أدناه وطرفه في الجنة ، وعن يمينه جوادّ وعن يساره جوادّ ، ثم رجال يدعون من مرّ بهم فمن أخذ في تلك الجواد انتهت به إلى النار ومن أخذ على الصراط انتهى به إلى الجنة ، ثم قرأ (( وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه .. الآية )).

Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggalkan kita di ujung talinya yang bawah sedangkan ujung tali  (atas) ada di surga, sedangkan di kanannya banyak jalan dan di kirinya banyak jalan, kemudian orang-orang yang mengajak setiap orang yang melewati mereka, barangsiapa mengambil arah ke jalan itu maka ia akan menghantarkan ke neraka, dan barangsiapa mengambil arah di atas jalan yang lurus itu maka ia menghantarkannya ke surga, “kemudian beliau membaca:  “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia…

Syaitan itu mencari-cari kesempatan kelemahan anak Adam, dia mengamati keadaannya dan menciumnya, bila dia mendapatkan padanya kelemahan dan sikap tasahul (pengenteng-entengan) maka ia menariknya kepada sikap tafrith dan taqshir atau kepada syahwat, kecenderungan dan duduk-duduk, dan bila ia mendapatkan padanya sikap keras maka ia menariknya dan memalingkannya kepada ghuluw, ifrath dan ahwa, sedangkan orang yang terjaga adalah hamba-hamba Allah yang dibersihkan ( hatinya ) yang mana musuh Allah tidak memiliki kekuasaan terhadap mereka; yang tegar di atas jalan peninggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi jalan-jalan yang menyimpang itu, dan mereka membentengi diri dengan kitabullah yang agung serta berpegang teguh dengan tali-Nya yang kokoh…

Adapun para thaghut manusia dari kalangan penguasa, maka mereka juga belajar dari wali mereka iblis, di mana mereka mencari berita tentang keadaan para du’at dan mujahidin, memata-matai mereka serta mereka melakukan banyak trik dalam sarana-sarana penyesatan dan takhdzil

Dikarenakan mereka takut dari para du’at dan mujahidin merongrong tahta-tahta mereka, dan demi melindungi syahwat mereka, dan sebagai bentuk loyalitas terhadap tuan-tuan mereka di Washington serta sebagai bentuk nushrah buat ikhwan mereka di Tel Aviv dan yang lainnya, maka engkau melihat mereka bekerjasama dan bersekongkol dengan berbagai jalan, cara dan metode dalam rangka menghalang-halangi dari jalan Allah, memalingkan du’at dan mujahidin serta idlrar terhadap mereka, dakwah mereka dan jihad mereka, baik dengan memalingkan mereka dari dien mereka secara total…

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)” (QS. An Nisa: 89)

يَ وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandaianya mereka sanggup” (QS. Al Baqarah: 217)

إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ

“Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan merajam kamu atau memaksamu kembali kepada agama mereka” (QS. Al Kahfi: 20)

Atau dengan menghalang-halangi mereka dari dakwah dan jihad mereka serta takhdzil mereka darinya.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi ( orang ) dari jalan Allah” (QS. Al Anfal: 36)

Atau memalingkan mereka dari manhaj dakwah yang lurus kepada jurang-jurang ifrath atau tafrith

Dalam hal itu mereka memiliki berbagai cara dan metode sehingga mereka tidak segan-segan dari mempergunakan sarana-sarana yang paling hina dalam rangka merealisasikan itu, dan sarana-sarana mereka itu beragam antara targhib (bujukan) dan tarhib (ancaman teror)…

Mulai dari persekongkolan terhadap mereka dengan upaya pembunuhan atau pemenjaraan, penyiksaan, ancaman dan teror, dan apa yang disaksikan dunia dari pemandangan-pemandangan di penjara Abu Gharib tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang menimpa mujahidin dan du’at di penjara-penjara thaghut Arab… dan berakhir dengan kerjasama keamanan dan intelejen yang berlangsung antara para thaghut dan pemerintahan-pemerintahan mereka yang beaneka ragam terhadap para du’at dan mujahidin untuk menangkap mereka dan menyerahkan mereka ke Negara-negara asal mereka dan mematahkan jihad mereka, menghalangi mereka serta merintangi mereka atau memalingkan mereka dari jalannya yang lurus dengan menimpakan kepada mereka berbagai cara-cara penyiksaan dan intimidasi, yang kadang terpengaruh dengan sebabnya sebagian mujahidin dan du’at dengan berbagai bentuknya…

– Baik dengan kemurtadan bagi orang yang menjadikan penindasan manusia seperti ‘adzab Allah… kita memohon ‘afiyah kepada Allah…

– Atau dengan beralih kepada sikap qu’ud (duduk-duduk), cenderung (kepada dunia), tafrith, memilih madzhab irja’, cenderung kepada dunia dan mengedepankan kehidupan santai serta mengutamakan keselamatan setelah kepedihan di bawah tekanan penyiksaan, gulungan dan penghinaan terutama bila sebelumnya ia belum siap untuk mengorbankan jiwanya, harga dirinya dan kehormatannya serta penghinaannya demi dienullah…

– Kadang beralih kepada sikap ghuluww atau ifrath sebagai reaksi balik penyiksaan dan intimidasi musuh-musuh Allah terhadap kaum muslimin, dan merespon balik sikap mereka melampui batas ketentuan-ketentuan Allah dalam berinteraksi bersama mereka di ruangan-ruangan penyiksaan dan yang lainnya dengan pelampaun batas yang beragam…

– Bisa saja sebagian mereka dengan sebab itu dan karena ia tidak memiliki keseimbangan dan keterikatan dengan batasan-batasan syari’at, (bisa saja ia) menyimpang kepada madzhab-madzhab ghuluww dalam takfier dengan mengkafirkan semua orang yang bekerja di Negara thaghut atau semua orang yang memiliki hubungan dengannya walau ia sekedar mudahanah atau pura-pura yang tidak sampai kepada kekafiran, atau bisa saja ia melampui batasan-batasan syar’iyyah dalam perbuatan-perbuatannya yang bersifat balas dendam dengan memberikan hukuman dengan hukuman-hukuman yang tidak syar’iy dengan membunuh orang yang tidak berhak dibunuh dari kalangan ahli maksiat, baik itu dengan meratakan dan meledakkan tempat-tempat maksiat beserta orang-orangnya atau dengan membakar wanita-wanita yang tabarruj atau membunuh orang-orang yang mencurigakan dari kalangan wanita atau mengenteng-enteng dalam qital dengan cara sengaja membunuh wanita dan anak-anak dan lainnya yang telah Allah larang dari membunuh mereka…

–  Atau ketergangguan dengan hal itu adalah dengan realita sebagian mereka meninggalkan program-program dakwahnya yang berfaidah dan beralih setelah mengalami penyiksaan, penindasan dan intimidasi itu kepada reaksi-reaksi balas dendam yang tanpa pengkajian dan kepada operasi-operasi pembalasan bagaimana saja gambaran dan bentuknya…

– Para pemuda itu lengah, akibat dahsyatnya penyiksaan dan penindasan yang mereka alami bahwa kejahatan-kejahatan yang dipraktekkan para thaghut dan ansharnya terhadap mereka itu tidak lain adalah kejahatan-kejahatan yang merupakan cabang dari kejahatan terbesar yang mereka lakukan dan masih terus dilakukan para thaghut itu terhadap dien dan syari’at ini, sedangkan pembalasan dendam yang sebenarnya dan yang ampuh bagi dien dan syari’at ini membutuhkan sebagaimana yang diketahui oleh orang-orang yang berakal kepada upaya yang kontinyu dan berkesinambungan dalam program yang matang dan komprehensif yang tidak menelantarkan atau memisahkan dakwah dari jihad, dan bukan kepada reaksi balasan sesaat yang tanpa kajian…

– Saya sungguh telah melihat orang yang meninggalkan ‘amal da’awiy dan ia mengosongkan medan da’wah negerinya untuk hijrah dengan dalil-dalil sejenis itu, dan tidak yang ada lebih lemah darinya, dia menebarkannya di kalangan para pemuda. Sungguh telah menziarahi saya salah seorang pemuda menjelang safar dia seraya mengingkari sikap saya menetap (di negeri) lagi mempertanyakan bagaimana ia bisa tahan menghadapi penggeledahan dinas intelejen ke rumahnya, pelecehan mereka dan pemeriksaan mereka akan lemari pakaian dan penglihatan mereka terhadap pakaian-pakaian dalam isterinya di dalamnya…!!

Saya bertanya-tanya: Apa mereka tidak melihatnya di koper pakaian-pakaiannya di Bandara ?

Maka kalau begitu tidak ada alasan untuk safar!! Kemudian saya mengetahui bahwa pemuda itu dan yang lainnya menggunakan hikayat ini untuk menyemangati para pemuda dan mendorong mereka untuk hijrah dari negerinya seraya mengingkari terhadap mereka sikap menetap tinggal di dalamnya dan tahan akan hal itu, dan telah sampai berita kepada saya bahwa sebagian orang yang ditegur karena meninggalkan dakwah dan hijrah dari negeri ini beralasan dengan hal itu juga. Maka perhatikanlah sikap tadlarrur (ketergangguan) degan hal-hal semacam ini dan apa yang muncul darinya berupa pilihan-pilihan tindakan dan reaksi-reaksi balik yang tanpa kajian, kemudian jangan engkau heran bila upaya keras umat ini berceceran dan pilihan-pilihan tindakan para pemudanya ngawur serabutan, maka beginilah pilihan itu terjadi !!

– Serupa itu juga apa yang muncul dari para pemuda berupa gejolak-gejolak emosi dan pilihan-pilihan yang tidak terkendali saat mendapatkan berita pembunuhan wanita-wanita dan anak-anak di Palestina atau mendengar tindakan-tindakan Rafidlah di Iraq atau menyaksikan gambar-gambar penghinaan dan penyiksaan di penjara Abu Gharib dan apa yang dituturkan berupa pemerkosaan wanita-wanita Iraq. Maka bisa saja sebagian mereka bersikap ngawur dalam memilih target-target sasaran qitalnya sebagai reaksi balasan karena hal itu, kemudian dia memilih ( target ) yang mencecerkan lingkaran konflik atau mencoreng wajah jihad, dan ia tidak memperhitungkan kemampuan mujahidin dan kewajiban berupaya meletakannya pada suatu yang paling menguntungkan bagi Islam dan muslimin dan tidak mempertaruhkannya dan nyawa-nyawa para mujahidin pada pilihan-pilihan target yang marjuh atau tindakan-tindakan dan reaksi pembalasan yang ngawur dan tidak ada pengkajian atau menyedot kemampuan-kemampuan mereka pada operasi-operasi nikayah yang berceceran dan tidak membuahkan hasil lagi tidak mempertimbangkan di dalamnya mashlahat-mashlahat kaum muslimin serta mashlahat-mashlahat jihad dan tamkin mereka, serta tidak mempertimbangkan pengajakan bicara manusia sesuai kadar akal mereka dan penyampaian kepada mereka masalah yang mereka ketahui dari dien ini, sehingga akhirnya dengan sebab hal itu mereka bubar dari sekeliling mujahidin dan berkeliling di sekitar para thaghut…

– Atau tasahul (menganggap enteng) akan sarana-sarana dan alat-alat yang sebelumnya dia bersikap ketat dan hati-hati di dalamnya, dan ia melepaskan diri dari batasan-batasan yang dahulu dia mensyaratkannya atau ia melupakannya dan mencari-cari alasan untuk melampuinya… Dan contoh terdekat bagi saya atas hal ini adalah operasi-operasi yang mana sebagian mujahidin meledakkan diri mereka dengan musuh, di mana sesungguhnya sebagian orang yang membolehkannya hanyalah ia itu boleh karena dlarurat saat tidak mungkin menghadang musuh yang menyerang kecuali dengannya persis seperti masalah tatarrus dan batasan-batasannya… engkau melihat dia di bawah tekanan apa yang telah lalu atau yang lainnya bersikap memperluas diri di dalamnya dan mencari rukhshah dalam menjebloskan ikhwannya yang paling berharga di dalamnya untuk membunuh sepatu dari sepatu-sepatu penguasa atau menteri-menteri mereka atau sebagian polisi atau tentara yang padahal bisa membunuh mereka itu dengan selain cara ini dan sama sekali tidak terpenuhi atas mereka itu satupun dari syarat-syarat dan batasan-batasan yang dia yakini di hadapan Allah…

Bahkan bisa saja dia memperluas dalam hal itu, sehingga dia melakukannya di masjid-masjid Rafidlah atau rumah-rumah makan dan tempat-tempat umum yang tidak ada dlarurat di baliknya, bahkan tidak memukul telak musuh…

– Sebagian mereka tadlarrur dengan yang telah lalu, maka engkau tidak melihat dia mempertimbangkan dalam jihadnya perbedaan-perbedaan antara qital di darul kufri ashliyyah (Negara kafir asli) yang mayoritas penduduknya orang-orang kafir dengan qital di darul kufri al haditsah (Negara kafir murtad) yang mayoritas penduduknya mengaku Islam…

Mereka sama sekali tidak menghiraukan mashlahat-mashlahat jihad dan kejernihannya serta pentingnya memilih apa yang paling manfaat dan yang paling mashlahat serta paling menguntungkan bagi Islam dan muslimin, dan mereka tidak mepertimbangkan mashlahat-mashlahat dan mafshadah-mafshadah dalam pilihan-pilihan (operasi) mereka…

Jadi masalah sebenarnya adalah tindakan-tindakan reaksi pembalasan dendam dan semangat yang tidak terikat oleh syari’at, akal dan maupun peninjauan…

Sedangkan kaki tangan para thaghut dalam membuat tipu daya terhadap du’at dan mujahidin serta dalam upaya mengganggu mereka bukan hanya tentara-tentara mereka, algojo-algojo mereka, aparat-aparat hukum mereka, badan-badan intelejen mereka dan tim-tim ahli mereka saja, akan tetapi juga termasuk anshar dan kaki tangan mereka adalah ulama suu’ yang hasud terhadap para du’at dan mujahidin atas karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dengan berkat mereka meninggikan panji tauhid-Nya, dan Allah jatuhkan ulama suu yang cenderung kepada dunia itu dengan sebab mereka melepaskan panji tauhid dan bergabung pada barisan penguasa. Manusia telah menyaksikan bagaimana orang-orang semacam mereka itu tampil di tayangan-tayangan udara dan dimudahkan bagi mereka lembaran-lembaran media cetak pemerintah serta dikerahkan bagi mereka segala sarana dan keistimewaan agar mereka mengarahkan serangannya terhadap para du’at dan mujahidin dengan syubhat-syubhat yang rusak lagi gugur lagi lapuk yang telah kami bongkar dengan karunia Allah dalam tulisan-tulisan kami di masa lampau, dan mereka menuduh du’at dan mujahidin itu dengan gelar-gelar yang busuk yang dibenci oleh orang-orang Islam, seperti Khawarij dan kelompok yang sesat serta cap-cap lainnya yang mana mereka dan tuan-tuan mereka lebih berhak demi Allah dengannya sebagaimana yang telah kami uraikan di tempat lain.

– Kendaraan ini juga ditunggangi oleh kelompok dari kelompok jama’ah-jama’ah Tajahhum dan Irja dari kalangan al qa’idin (yang duduk-duduk) dan al khawalif (yang absent) yang telah memblok ke barisan para penguasa dan para thaghut seraya mengajak manusia untuk masuk dalam ketaatan dan loyalitas bahkan pembaiatan kepada mereka serta keberlepasan dari du’at al haq dan mujahidin dari kalangan Ath Thaifah Al Manshurah… dan mereka berupaya dalam idlrar (mengganggu) mereka dan takhdzil (penggembosan) mereka dengan irhab fikriy (terror pemikiran) dan pembesar-besaran keyakinan yang bila engkau periksa hal itu tentu engkau mendapatkannya bagian dari warisan Al Ja’ad Al Jahm, Al Mirrisiy serta ikhwan mereka dari kalangan ahli bid’ah dan kesesatan… oleh sebab itu senang dengan keberadaan mereka dan mereka dicintai oleh para thaghut dan para raja, dan benar sekali An Nadlr Ibnu Syumail saat mensifati Irja bahwa ia adalah dien yang menyenangkan para raja, dengannya mereka mendapatkan (bagian) dari dunia mereka dan dengannya mereka mengurangi dari dien mereka… Al Bidayah wan Nihayah (10/276).

Bahkan mereka disukai dan dijuluki sebagai para penganut Islam moderat termasuk oleh Amerika (dan mereka memaksudkan orang yang telentang lagi manut di bawah telapak kaki mereka).

Dalam penahanan saya yang paling akhir ini, saya telah mengetahui bahwa musuh-musuh Allah dan dengan monitor dari wali-wali mereka Amerika telah meminta bantuan beberapa pentolan jahmiyyah dan murjiah dari jazirah Arab dan yang lainnya dalam meyakinkan pemikiran mereka yang rusak ini dan dalam membuat kelompok-kelompok dan jama’ah-jama’ah Islamiyyah yang coreng moreng yang bergerak di bawah pengawasan Amerika dan badan-badan intelejen Arab, ia merekrut para pemuda ke dalam barisan-barisannya, membina mereka dan menggunakan mereka untuk memberantas para du’at dan mujahidin serta membela para pemimpin (para thaghut, pent) dengan imbalan harta yang melimpah, paspor-paspor Amerika, bantuan-bantuan yang luas, pelatihan kemampuan intelejen, tsaqafah dan ajaran agama yang palsu. Dan untuk hal itu mula-mula mereka memilih sebagian para pemuda dari berbagai Negara dari kalangan yang terjerat berbagai tuduhan, terus mereka membebaskannya dari proses penyidangan dan penjara dan kemudian memasukan mereka ke dalam program-program itu antara targhib dengan tarhib dan antara bujukan dan ancaman…

– Di antara metode-metode mereka dalam idlrar terhadap du’at dan mujahidin juga adalah bahwa mereka disamping memberikan keleluasaan kesempatan bagi ulama suu’ dan du’at kesesatan, Tajahhum dan Irja’, sesungguhnya mereka itu terus berupaya dalam melenyapkan para syaikh du’at dan mujahidin itu dan rujukan-rujukan keilmuan mereka serta tokoh-tokoh dakwah mereka, baik dengan cara membunuh atau memenjarakan atau mengusir mereka seperti yang bisa disaksikan di seluruh belahan bumi, atau dengan cara melarang mereka dari menggunakan sarana-sarana informasi, menghalangi mereka darinya, mencegah tulisan-tulisan mereka dan menyitanya di waktu yang mana disebarluaskan di dalamnya tulisan-tulisan kaum yang hina dari kalangan Ahlut Tajahhum wal Irja’ serta ulama suu’, bahkan ia dicetak dan dibagikan secara gratis. Dan mereka juga berupaya sebagaimana yang kami saksikan dan manusia juga menyaksikan untuk memaksa para syaikh dan tokoh-tokoh du’at dan mujahidin di bawah belenggu, penawanan penyiksaan, tekanan, dan ancaman untuk mengeluarkan beberapa fatwa dan penegasan-penegasan yang mematahkan semangat dan yang menyebrangi manhaj yang benar, dan bila mereka tidak mampu dari mengeluarkannya secara tegas, maka mereka tidak akan tidak mampu dari melakukan pemalsuan, kebohongan, pengubahan dan penambalan.

– Mereka juga meminta bantuan wartawan-wartawan yang bisa diperalat, dan jurnalis-jurnalis yang murtad, orang-orang sekuler dan yang lainnya dari kalangan para penulis kesesatan, penggembosan dan kerusakan, di mana mereka menggunakan kolom-kolom koran mereka dan lembaran majalah-majalah mereka untuk menghiasi kebatilan para thaghut dan untuk mencela du’at dan mujahidin serta mereka menggambarkan para du’at dan mujahidin, itu bahwa mereka itu kelompok dan golongan yang sedikit lagi terisolir, dan bahwa yang mayoritas yang menepuki tangan dan menabuhi (gendang) adalah bersama thaghut dan barisannya, sebagaimana yang dikatakan pendahulu mereka

إِنَّ هَؤُلاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ (٥٤) وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ (٥٥) وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ (٥٦)

Fir’aun berkata: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar golongan yang kecil, dan mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga” (Asy Syu’ara: 54-56)

Sering kali kami melihat para penulis dan wartawan itu tampil untuk mencela terhadap dakwah para du’at, mencapnya dengan tuduhan ghuluww, takfier dan Khawarij, dan mereka mencela para mujahidin dan jihad mereka, serta menghinakan pilihan-pilihan operasi mereka dan kegiatan-kegiatan mereka, untuk menekan gerakan ini atau itu dan untuk memalingkan mujahidin dari jalan mereka yang membuat Allah ridha dan membuat geram tuan-tuan para penulis dan wartawan itu…

Tidak mengganggu awan gonggongan anjing

Bisa jadi mereka sengaja menguasakan opini terhadap sebagian kesalahan mujahidin, mereka menampakkannya dan membesar-besarkannya dalam rangka menghalang-halangi (manusia) dari jalan mereka… dan bisa jadi mereka mempromosikan sebagian kelompok-kelompok perlawanan atau mendengung-dengungkan sebagian front-front yang marjuh dan jauh hasil-hasilnya dari tangan-tangan ahlul Islam, atau yang jauh dari tahta-tahta para thaghut wartawan-wartawan itu untuk memalingkan para pemuda dari orang-orang kafir yang ada disekeliling mereka dan medan-medan yang mashlahat di dalamnya bertepatan dengan mashlahat-mashlahat tuan-tuan dan wali-wali mereka dari kalangan para thaghut atau tuan-tuan mereka dari kalangan Yahudi dan Amerika.

– Di antara metode mereka dalam idlrar terhadap mujahidin dan du’at adalah apa yang mereka namakan hari ini dengan pembekuan sumber-sumber pendanaan dan penyulitan terhadap para du’at dan mujahidin dalam pencaharian dan penghidupan mereka untuk mematikan jihad mereka dan memalingkan mereka dari garis asal mereka, di waktu yang mana mereka mengucurkan bantuan-bantuan dana yang besar kepada sepatu-sepatu dan kaki tangan mereka dari kalangan ulama suu’ yang berguguran dalam perangkap-perangkap mereka dari kalangan du’at yang sesat…

Metode yang busuk ini kadang memalingkan banyak pemuda dari lingkaran pertikaian dan menjerumuskan mereka dalam pencarian sumber-sumber dana pengganti dan yang meragukan baik dengan cara cenderung kepada sebagian partai-partai yang sesat dan kelompok-kelompok yang menyimpang atau dengan upaya mendapatkan harta lewat operasi-operasi yang mereka tidak hiraukan tentang kesyar’iyyannya dan mereka tasahul dalam menyelisihinya…

Adapun orang-orang yang berbuat idlrar terhadap mujahidin dari kalangan mukhalifin…:

Maka di antara mereka adalah jama’ah-jama’ah ghuluww dan ifrath yang mencela terhadap ahlul haq karena sikap pertengahan mereka, bahkan mereka mengkafirkan ahlul haq karenanya, dan bisa saja mereka dengan hal itu menghalalkan darah, harta dan kehormatan mereka, dan mereka menggusur ahlul haq dan menyibukannya dengan perhelatan-perhelatan yang sepele yang tidak ada faidah di bawahnya, sedangkan orang yang berakal tidak akan tergusur bersama mereka kepada hal itu dan tidak akan terganggu dengan sikap gaduh mereka…

Ibnu Jarir dan yang lainnya telah meriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari Khawarij memanggil Ali radliyallahu ‘anhu sedang ia dalam shalat fajar, dia berkata:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٦٥)

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu:” Jika kamu mepersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi (Az Zumar: 65). Maka Ali radliyallahu ‘anhu menjawabnya sedang ia dalam shalat.

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لا يُوقِنُونَ (٦٠)

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu mengelisahkan kamu (QS. Az Rum: 60)

– Di antara mereka adalah mukhallifun (orang-orang yang menyelisihi) dalam manhaj, pilihan dan ijtihad: baik mereka itu dari kalangan al qa’idun ataupun dari al muqatilun.

Al Qa’idun, mereka mengkritik terhadap mujahidin karena sikap jihad mereka, mencela mereka dan menggembosi dari jihad mereka dengan menyebarkan syubhat-syubhat yang mematahkan kekuatan mereka, melemahkan barisan mereka dan memecah persatuan mereka… sampai masalah menyebabkan sebagian syaikh, dan amat disayangkan, mereka bekerjasama dengan pemerintah dalam meyakinkan para pemuda, menekan mereka dan bersikeras untuk menyerahkan diri mereka serta mau turun mengikuti hukum para thaghut yang dipromosikan oleh Negara kafir di bawah nama amnesti bagi kelompok yang sesat.

– Di antara mereka adalah al muqatilun yang bersikukuh terhadap pilihan-pilihan yang marjuh, terutama mereka adalah al fishamiyyun yang telah saya isyaratkan dalam “Durhaka Terhadap Dakwah” yang tidak henti-hentinya mereka mencela du’at mukhlisin karena kekomitmenan mereka dengan program-program dakwah mereka yang mana ia adalah bagian yang tak terpisahkan dari proyek jihad yang serius, dan mereka menggunakan terhadap para du’at tersebut irhab fikriy (teror pemikiran) yang khusus lewat cara menuduh mereka dengan tuduhan qu’ud (duduk-duduk) dan takhalluf (absen) serta yang lainnya, dan mereka tidak mempertimbangkan kondisi-kondisi negeri para du’at itu atau kemampuan-kemampuan mereka atau fase-fase amal dan dakwah mereka, maka bisa jadi mereka mampu mempengaruhi sebagian mereka dan idlrar terhadap mereka lewat cara irhab fikriy dan tekanan yang terus menerus; sehingga mereka memalingkan du’at itu dari pilihan amal mereka yang paling menguntungkan dan paling mashlahat bagi dienullah lagi lebih bermanfaat dari banyak operasi-operasi qital yang berserakan yang dibanggakan dan di ajakkan oleh al fishamiyyun itu dengan semangat yang kosong, kemudian mereka menggusur mereka dengan tekanan dan semangat itu kepada operasi-operasi yang marjuh atau reaksi balas dendam spontan yang tidak dikaji, sehingga banyak sarana berbalik bagi mereka menjadi tujuan-tujuan yang dengannya mereka menyibukkan para pengikut bahkan umat seluruhnya, atau tujuan-tujuan itu menjadi pelegal bagi sarana-sarana yang padahal sebelum ada semangat itu hal tersebut adalah tidak dibolehkan dan tidak diterima, dan pandangan dipejamkan dari pilihan-pilihan dan dilanggar banyak hal-hal yang dilarang…

– Ini adalah penyakit yang tadlarrur (ketergangguan) dengannya tidak terbatas pada kelompok pemuda yang berwawasan sempit dan memiliki pilihan-pilihan operasi yang bermodal semangat atau berpikiran dangkal saja, akan tetapi terpengaruh dengannya –dan ini sangat disayangkan– para tokoh, para syaikh dan rujukan-rujukan yang tergiring di belakang semangat kosong para pemuda dan pilihan-pilihan operasi mereka yang dangkal atau balas dendam yang tidak dikaji…

Dan sungguh telah dikatakan kepada sebagian orang bijak: Manusia macam apa yang paling hina ? Maka ia menjawab: “Orang alim yang berjalan atasnya hukum orang jahil.

Ini adalah salah satu pengekoran, di mana syaikh pembimbing ini menjadi yang dibimbing, dan ia menjadi pengikut bukan yang diikuti, terpengaruh bukan yang mempengaruhi dan yang mentaati bukan yang ditaati serta tokoh-tokoh rujukan itu menjadi cenderung, meluap dan bergerak di bawah tekanan dan  semangat bahkan keinginan para pemuda yang polos…

Hal ini saya lihat jelas dalam sikap-sikap, fatwa-fatwa dan penegasan-penegasan sebagian para syaikh gerakan yang penuh berkah terhadap sebagian gerakan-gerakan qital Palestina yang ngawur dan operasi-operasinya, dan dukungan mereka yang tanpa hati-hati padanya… dan saya melihatnya dalam keterseretan, ketergusuran dan pengluasan tanpa hati-hati serta dukungan yang muthlaq tanpa batasan terhadap operasi-operasi yang dinamakan bunuh diri oleh kaum Mukhadzdzilin dan dinamakan istisyhadiyyah[1] (operasi mati syahid) oleh orang-orang yang terlampau semangat, dan kami menamakannya operasi jihad tetapi dengan batasan-batasan dan syarat-syarat yang sudah maklum.

– Di antara jenis yang kadang sebagian aktivis terpengaruh dengannya adalah; tulisan-tulisan yang penuh semangat yang disebarkan oleh sebagian pimpinan mujahidin di sana sini seraya menyemangati dengannya para pemuda untuk bergabung dengan rencana qital mereka yang bersifat nikayah lagi pembalasan semata, dan di dalam tulisan-tulisan itu mereka mencela para du’at yang aktif atas keteguhan mereka di atas program-program dakwah mereka, dan kadang mereka mencap mereka itu dengan qu’ud bahkan cenderung kepada dunia. Padahal hakikat hal itu adalah pengkerdilan jihad dan pengosongannya dari isi-isinya dan program-programnya yang tidak bisa dipisahkan darinya bila diharapkan di atasnya tamkin bagi kaum muslimin di bumi ini…

Saya telah membaca seperti hal itu dalam penegasan-penegasan sebagian mereka setelah beberapa kejadian di negeri mereka, sebagaimana telah saya dengar dan saya baca hal serupa setelah serangan 11 September di Washington dan New York yang walaupun kami membela para pahlawannya dan kami membantah ulama suu’ yang mencelanya dan yang berlepas diri darinya… akan tetapi –dan al haq itu mesti dikatakan juga– kami merasa perih dan melihat dengan penuh kecemasan terhadap lontaran-lontaran sebagian syaikh jihad dan pimpinannya dalam penegasan-penegasan, penjelasan-penjelasan dan kaset-kaset mereka yang muncul setelah serangan itu, dan yang mana mereka itu diikuti terhadapnya dan ditaqlidi di dalamnya setelah itu oleh orang yang sejalan dengan mereka di negeri-negeri lain (yaitu) berupa pencelaan terhadap para pencari ilmu dan du’at, serta peremehan mereka dengan sebab komitmennya pada program-program dakwah mereka…

Menurut saya bahwa ini termasuk kelemahan pemahaman dan kedangkalan (sathhiyyah) dalam ta’amul (interaksi) bersama jihad dan penyempitanya dalam qital nikayah semata, serta tidak berta’amul bersamanya sebagai masyruu’ mutakamil (proyek yang komprehensif yang berupaya untuk mengembalikan tamkin umat ini). Seandainya mereka melaksanakan jihad atas dasar gambaran yang matang ini tentulah mereka mempertimbangkan kondisi-kondisi kaum muslimin, masing-masing sesuai negerinya, dan fase-fase yang telah dicapai oleh para du’at, dan bisa saja mereka mengedepankan pemokusan terhadap sebagian front tanpa front yang lainnya atau sebagian operasi dan pilihan tanpa yang lainnya, mengikuti yang lebih menguntungkan dan lebih manfa’at bagi islam dan muslimin, dan tentu mereka tidak akan mengajak para du’at untuk meninggalkan dakwah mereka dan mengurai tenunan mereka, serta tentu mereka menganggap upaya keras para du’at dan ulama sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proyek jihad yang matang lagi mutakamil…

Seandainya para du’at memahami benar akan hal itu, tentulah mereka tidak akan tadlarrur (terganggu) atau taatstsur (terpengaruh) secara negatif dengan bayaanaat (penjelasan-penjelasan) itu, atau oleh yang lainnya berupa kondisi-kondisi dan perubahan-perubahan situasi yang sering kali berubah atau terputus bersamanya pilihan-pilihan aktivitas dan program-program banyak orang-orang yang dangkal lagi bermodal semangat…

Adapun orang-orang yang berakal dan yang jauh pandangannya maka mereka tidak terganggu oleh orang yang menyelisihi mereka… (karena orang merdeka adalah merdeka walaupun mendapatkan gangguan)

Saat saya memuji dalam renungan yang lalu terhadap pahlawan-pahlawan serangan New York dan Washington, maka sesungguhnya saya hanyalah menekan terhadap sisi yang penting ini yang dengannya mereka memiliki keistimewaan, saya memohon kepada Allah ta’ala agar menjadikan tempat kembali mereka adalah Al Firdaus Al A’la ; sungguh mereka telah konsisten melakukan amal mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun antara perencanaan, pelatihan, pengintaian dan i’dad dan mereka tidak terusik sama sekali dengan perubahan dan pergantian tragedi-tragedi di sekitar mereka padahal banyak darinya sangat panas, namun mereka tidak menyimpang dari rencana dan target sasaran mereka, dan mereka tidak meliburkan program-program mereka atau mengurai tenunan mereka…

Sebagaimana yang dilakukan banyak orang setelah mereka tersentak oleh pemandangan dua menara kembar setelah itu, saat keduanya runtuh…

Ia adalah pemandangan bagi banyak orang-orang yang terintimidasi, du’at dan mujahidin adalah pemandangan yang indah dan menakutkan dalam waktu bersamaan, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap banyak para du’at dan mujahidin setelah itu juga sebagiannya adalah indah dan sebagiannya adalah menakutkan. Adapun pengaruh-pengaruh yang indah maka tidak penting bagi kita dalam renungan ini.

Adapun yang menakutkan, maka di antaranya adalah apa yang kita lihat berupa keterusikan banyak du’at dan keterbongkaran keadaan-keadaan mereka, sebagaimana ungkapan:

Bila debu telah lenyap maka engkau akan mengetahui

Apakah kuda di bawah engkau ataukah keledai

Sesungguhnya banyak orang yang mana para pemuda berbaik sangka terhadap mereka dari kalangan orang yang memegang tongkat dari tengah dan banyak orang hampir tidak bisa mengklasifikasikan mereka dengan pengklasifiksian yang jelas atau mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya; mereka terbongkar dan terbongkar lembaran-lembaran mereka…

Sebagaimana para thaghut telah memihak secara terang-terangan kepada barisan tuan mereka Bush tatkala dia menyatakan kepada mereka setelah serangan itu: Apa bersama kami atau menjadi musuh kami…

Maka begitu juga orang-orang yang cenderung kepada dunia itu telah memihak kepada barisan penguasa atau kepada barisan penghalang-halangan (manusia dari jalan Allah) dan penggembosan, mereka berlepas diri dari mujahidin dan terpuruk ke belakang, dan ini adalah macam yang amat buruk dari tadlarrur (ketergangguan/keterusikan), kita memohon afiyah dan keselamatan kepada Allah.

– Dan macam lain dari tadlarrur yang muncul setelah tragedi-tragedi itu dan terusik dengannya  sebagian du’at bahkan tokoh-tokoh dan syaikh-syaikh mereka dari kalangan yang mana dulu para pemuda berkumpul di sekeliling mereka, di mana mereka mengajari mereka,  memberi kajian kepada mereka, mendidik mereka dan mempersiapkan mereka, dan dahulu mereka di atas kebaikan yang agung yang mereka haturkan buat umat, mereka meyaksikan itu, merasakannya dan mengetahuinya; mereka tidak tahan menyaksikan dua menara kembar itu roboh, sehingga robohlah bersamanya proyek-proyek dakwah mereka seluruhnya… dan akhirnya perumpamaan mereka itu seperti ucapan orang…

Saya telah melihat bahwa keinginan telah hantarkan saya

Kepada tujuan yang tiada lagi di atasnya keinginan

Kemudian tatkala kita saling berjumpa dan aku lihat keindahannya

Dia baru yakin bahwa aku (yaitu,dirinya) hanya bermain-main

Bersambung….


[1] Masalah ini dibahas secara khusus dalam Risalah Husnul Rifaaqah… insya Allah terjemahnya akan ditampilkan dalam situs www.millahibrahim.wordpress.com

sumber : http://millahibrahim.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s