Celaka, Anas Tua Tewas Usai Berzina

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Ajal seseorang bersifat ghaib. Tak ada yang tahu kapan datangnya. Karenanya, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk senantiasa bertakwa, -baik saat sehat maupun sakit, lapang maupun sempit- agar saat ajal datang ia berada di atas Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Apalagi bagi orang yang sudah tua, hendaknya lebih meningkatkan amal shalihnya. Karena orang tua lebih dekat pada kematian. Sebab, tua adalah puncak dari usia. Maka tepatlah Imam al-Nawawi membuat bab dalam riyadhush Shalihin, “Bab: Anjuran memperbanyak kebaikan di usia tua.”

Maka selayaknya orang yang sudah tua memperbanyak amal-amal shalih. Sehingga dia mengakhiri hayatnya dengan husnul khatimah. Karena nilai seseorang ditentukan saat kematian. Siapa yang mengakhiri hayatnya di atas kebaikan, maka sesudahnya ia akan baik. Sebaliknya siapa yang mengakhiri hidup di atas keburukan, maka sesudahnya akan ada keburukan yang lebih besar.

Namun bagaimana kalau sudah tua ternyata masih doyan maksiat dan bergelimang dengan perbuatan bejat? Itu namanya tua-tua keladi, sudah tua tidak tahu diri.

Diberitakan di vivanews.com pada Senin, 18 Juni 2012, Muhammad Anas, kakek berusia 70 tahun mati setelah berzina dengan wanita ABG berusia 20 tahun. Diduga, Anas tua terserang penyakit jantung akibat over dosis obat kuat yang dikonsumsinya. Ia terjatuh di kamar mandi setelah melakukan aksi bejatnya.

Menurut pengakuan pasangan zinanya yang bernama Ita, Anas mengajaknya kencan pada Ahad siang. Namun karena dirinya masih punya urusan siang harinya, Ita menjanjikan bertemu sore hari.

“Saya ketemu dengan korban bertemu dan sempat ngobrol dahulu sebelum masuk kamar,” kata Ita, Senin, 18 Juni 2012 (sebagaimana yang dikutip vivanews.com).

Setelah bercengkerama di penginapan, lanjut wanita asal Purworejo, Jawa Tengah ini, akhirnya Anas mengajaknya masuk kamar untuk melakukan hubungan layaknya suami-istri.

“Setelah berhubungan intim, dia selanjutnya mandi. Namun usai mandi dan akan memakai celana panjang tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri,” jelas Ita yang memang sudah mengenal Anas cukup lama.

Kerasnya Siksa Bagi Orang Tua yang Masih Berzina

Untuk kakek seusia Anas di atas, seharusnya lebih banyak berada di masjid, mengerjakan ibadah dan memperbanyak amal shalih. Tapi apa dikata, ternyata sebaliknya. Ia habiskan sisa usianya untuk bermaksiat dan berbuat bejat. Sehingga ia akhiri hayat dengan keburukan.

Diriwayatkan dari Salman Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ : أُشَيْمِطٌ زَانٍ ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ، وَرَجُلٌ جَعَلَ اللهُ لَهُ بِضَاعَةً فَلا يَبِيعُ إِلَّابِيَمِينِهِ وَلاَ يَشْتَرِي إِلَّابِيَمِينِهِ

Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah pada hari kiamat, serta bagi mereka siksa yang pedih: Orang tua beruban yang berzina, orang melarat yang congkak, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya; ia tidak membeli dan tidak pula menjual kecuali dengan bersumpah.” (HR. al-Thabrani dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3072)

Usyaimith Zanin (orang tua beruban yang berzina) berada di urutan pertama dari tiga yang diancam dengan penghinaan dan siksa yang pedih di hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengungkapan orang tua beruban yang masih berzina dengan bentuk tasghir sebagai penghinaan atas pelakunya. Hal demikian karena pendorong kemaksiatan (zina) dalam dirinya telah lemah. Dengan demikian, yang menjadikannya berzina adalah kesenangannya kepada maksiat dan perbuatan dosa, serta tidak adanya rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Lemahnya pendorong kemaksiatan tapi masih juga dilakukan, mengharuskan kerasnya siksa bagi pelakunya. Berbeda dengan pemuda, karena kuatnya dorongan syahwat pada dirinya terkadang mengalahkan iman dan rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Terkadang ia menyesali perbuatannya, menyalahkan dirinya yang tergoda oleh maksiat, lalu ia berhenti dan melakukan perbaikan diri.

Semoga Allah menyelamatkan diri kami dan Anda semua dari jiwa yang buruk dan perbuatan tercela. Menjaga kita agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan dosa besar. Menguatkan kami dan Anda sekalian untuk senantiasa berzikir kepada Allah, bersyukur kepada-Nya dan memperbaiki ibadah untuk-Nya. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s