Wawancara Eksklusif Bersama Ustadz Abu Sulaiman : Membongkar Kesesatan Ahlul Bid’ah Lebih Utama Daripada I’tikaf

M Fachry untuk Al-Mustaqbal

 

SALEMBA,JAKARTA-Alhamdulillah, pada hari Selasa (28/08/2012) kemarin, Al-Mustaqbal.net berkesempatan menjenguk Ustadz Abu Sulaiman-fakkalahu Asrahu- di istana uzlah-nya, di Salemba. Pada kesempatan tersebut, Al-Mustaqbal.net berbagai cerita dan mengajukan beberapa pertanyaan seputar kondisi terkini umat Islam. Berikut hasilnya, semoga bermanfaat!

 

Al-Mustaqbal.net (Almust) : Ustadz, saat ini kondisi Suriah memanas, thoghut Bashar Assad masih berkuasa dan mendzolimi umat, khususnya sunni di sana, tapi malah ada kabar akan dikirim pemuda oleh Garda Kemerdekaan dan ISIS untuk membantu rezim kejam Syi’ah Bashar Assad. Bagaimana pandangan Ustadz?

 

Ustadz Abu Sulaiman (UAS) : Kondisi ini menunjukkan orang-orang tersebut tidak mengetahui hakikat Bashar Al Assad. Padahal sudah jelas, Bashar Al Assad adalah thoghut rezim Syi’ah Nusairiyah yang kejam dan keji kepada rakyatnya, sudah divonis kafir, bahkan kekafiran dan kejahatannya melebih yahudi dan nashrani.

 

Dengan demikian jelas, apabila para pemuda tersebut berangkat, berperang untuk membela orang-orang kafir, yakni Bashar Al Assad, maka mereka telah membantu orang kafir, mengokohkan sistemnya, lalu mereka memerangi kaum Muslimin, maka itu adalah sebuah perbuatan “tawalli”, yakni ber’wala kepada orang kafir yang mengakibatkan pelakunya masuk pula kepada kekafiran atau berstatus kafir.

 

Sebuah hadits juga dengan tegas mengingatkan kita, bahwa Rasulullah SAW., pernah bersabda :

 

“Barang siapa berperang di bawah panji ashobiyah, maka matinya mati jahiliyah.”

 

Almust: Lalu, bagaimana sikap umat Islam terhadap upaya-upaya batil tersebut?

 

UAS: Umat Islam harus menjalin kerjasama dengan kaum Muslimin di seluruh dunia, khususnya di negeri Suriah, bumi Syam yang diberkahi, untuk membantu kaum Muslimin yang ada di sana. Bumi Syam adalah basis kaum Muslimin

 

Almust : Apakah hal ini terkait dengan indikasi kebangkitan Islam dari negeri Syam?

 

UAS: Ya, hal ini semua adalah karunia dari Allah SWT., yang mampu melemahkan pasak-pasak negeri-negeri thoghut, dengan gelombang revolusi, yang memaksa AS sibuk, masuk ke Irak, dan terputuslah belenggu para thoghut yang akhirnya membebaskan para pejuang Islam untuk bergerak.

 

Dengan terjadinya pergolakan di seluruh dunia, maka siapa saja yang mampu memanaje konflik, sebagaimana dikatakan oleh Syekh Abu Bakar dalam “Manajemen Kebiadaban” bahwa akhirnya pintu-pintu penguasa murtad bisa terbuka dan kini tinggal bagaimana kaum Muslimin bisa masuk dan memanfaatkan situasi tersebut untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.

 

Demikian pula halnya dengan Revolusi Suriah ini, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya wahai umat Islam, lihat dan renungi nasihat para ulama terkait tentang bagaimana memerangi musuh dan konfrontasi.

 

Almust: Bagaimana atau apa maksud perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah terkait berbicara tentang ahlul bid’ah lebih baik dari i’tikaf?

 

UAS: Ya, pernyataan itu sebagaimana terdapat dalam buku “Salafi Pengkhianat Salafush Shalih”, bahwa Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah-berkata : “Dikatakan kepada Al Imam Ibnu Hanbal : Orang shalat, shaum, dan i’tikaf, apa lebih engkau cintai atau ia berbicara tentang ahlul bid’ah? Maka beliau menjawab : “Bila shalat, shaum, dan i’tikaf, maka itu hanyalah bagi dirinya sendiri, dan bila ia berbicara tentang ahlul bid’ah itu buat kaum Muslimin, ini adalah lebih utama.”

 

Nah, mari kita renungkan perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah di atas, di mana pada zaman dahulu tauhid umat dalam kondisi yang benar, dan mereka melakukan ibadah untuk kepentingan mereka sendiri-sendiri, itu saja masih dikatakan akan lebih baik jika berbicara tentang ahlul bid’ah. Bagaimana dengan kondisi umat saat ini, yang tauhidnya masih belum shahih dan merupakan zaman fitnah?

 

Jadi, nasihat saya kepada umat Islam saat ini, pergunakanlah setiap moment di mana kaum Muslimin berkumpul untuk menjelaskan dakwah tauhid. Hal itu akan lebih utama daripada i’tikaf atau yang sejenisnya yang kepentingannya hanya untuk diri sendiri.

 

Saat ini, kita harus mengekspos dan menerangkan istilah-istilah yang penting, seperti istilah thoghut yang dahulu belum dikenal oleh sebagian besar umat Islam, dan alhamdulillah, saat ini istilah itu sudah semakin memasyarakat.

 

Dalam keterangannya, beliau, atau Imam Ahmad, menjelaskan bahwa manfaat hal ini adalah umum bagi kaum Muslimin dan dien mereka, bahkan tergolong jenis jihad fie sabilillah, karena membersihkan jalan Allah, dien-Nya, minhaj-Nya dan ajaran-Nya, serta menghadang sikap aniaya mereka dan permusuhannya yang atas hal ini adalah wajib kifayah dengan kesepakatan kaum Muslimin. Dan andaikata tidak ada orang yang Allah tegakkan untuk menangkal bahaya mereka itu tentulah dien ini rusak, sedangkan kerusakannya adalah lebih dahsyat dari kerusakan (akibat) penguasaan musuh dari ahlul harbiy atau kafir harbiy.

 

Almust: Nasihat terakhir untuk umat Ustadz?

 

UAS: Kita harus terus mengajak umat Islam kepada dakwah tauhid, karena pada saat ini umat Islam sudah mati rasa. Dengan demikian kita harus menghidupkan kembali perasaan mereka dengan dakwah tauhid yang benar, yang shahih, sebagaimana para Nabi SAW, dan yang telah dijelaskan dengan tepat oleh Syekh Al Maqdisy dalam buku beliau Millah Ibrahim.

 

Dakwah tauhid adalah dakwah para Nabi dan Rosul, dimana ciri utama dakwah tauhid ini adalah dakwahnya akan dibenci para thoghut yang menyelisihi mereka. Jadi mudah saja bagi kita untuk melihat apakah dakwah yang dilakukan itu shahih atau tidak dengan melihat bagaimana sikap para thoghut kepadanya, apakah suka kepada dakwahnya atau membencinya.

 

Jadi, jangan seperti yang diungkapkan oleh Syekh Al Maqdisy dalam Millah Ibrahim, dimana mereka yang mengaku penerus dakwah pada Nabi dan Rasul tapi tidak memahami hakikat dakwah para Nabi dan Rasul. Mereka menyeru kepada selain Allah, mengajak manusia beribadah dan taat selain Allah, mereka menjadikan diri mereka hamba-hamba thoghut, mengajak manusia untuk tunduk dan taat di bawah hukum-hukumnya yang bertentangan dengan syariat Allah. Nau’dzu billah min dzalik. Hindarilah!

 

Wallahu’alam bis showab!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s