Wawancara Eksklusif Bersama Ummu Sulaiman : “Jika Bicara Keberanian, Saya Termasuk Orang Yang Takut Dalam Menghadapi Ujian, Karena Khawatir Tidak Mampu Untuk Istiqomah”

muslimahberani

 

 

Ummu Fauzi Untuk Al-Mustaqbal.net

“Akhirnya…!!” Itu ungkapan syukur dan lega setelah mengucap “Alhamdulillah”. Sudah lama saya ingin meminta wawancara dengan Ummu Sulaiman, istri dari Ustadz Aman . Antara belum pe-de untuk meminta wawancara dan belum dapat link langsung ke beliau, semua jadi tertunda hingga kemarin. Tadinya beliau agak keberatan, dengan alasan bukan orang yang layak dimintai wawancara. Tapi saya tahu, saya harus “memaksa” dengan imbuhan “banget”, karena ini soal membangun keberanian dan saya merasa beliau memang orang yang tepat. Dengan wanita-wanita “hebat” seperti Ummu Sulaiman inilah kita akan belajar. Belajar untuk membangun keberanian. Belajar untuk memahami, jika kita memiliki impian dan tujuan yang sama, saling memahami akan saling mendekatkan dan saling men-support.

Dan, untuk respon atas “paksaan banget” dari saya lengkap dengan alasannya, beliau menjawab, “Hmm, maksa ya…Baiklah umm, insyaAlloh. Semoga ada manfaat yang dapat diambil walau jika bicara tentang keberanian, saya termasuk orang yang takut dalam menghadapi ujian, karena khawatir tidak mampu untuk istiqomah.” Dan  memang selayaknya jika kita juga merasa takut untuk membangun kehati-hatian, karena istiqomah itu tidak mudah.

Maka kemudian terjadilah wawancara ini, saya hadirkan transkrip-nya dengan perasaan bahagia kepada pembaca Al-Mustaqbal.net ;

Ummu Fauzi (UF) : Assalamu’alaikum, apa kabar, Umm ?

Ummu Sulaiman (US) : Wa’alaykumussalam warohmatullohi wabarokaatuh. Alhamdulillah, baik.

UF  : Lagi sibuk dengan aktifitas apa sekarang ini ?

US  :  Aktifitas pokok tentu saja mengurus anak-anak, selebihnya berupaya untuk belajar lagi.

UF  : Apa yang Ummu rasakan ketika untuk pertama kali Ustadz Amman ditangkap ?

US   : Baik yang pertama maupun yang kedua, jelas membawa kesedihan yang tak tergambarkan. Saya hanya dapat berserah diri kepada Alloh, memohon pertolongan-Nya untuk dikuatkan, karena bila saya drop, anak-anaklah yang akan hancur. Sedangkan mereka adalah bagian dari masa depan ummat, maka dari itu saya berupaya untuk bangkit walaupun sulit.

UF  : Apa tuduhan untuk Ustadz dan berapa tahun vonisnya, Umm? Apa ada penggeledahan ke rumah ?

UM : Untuk kasus yang sekarang dijalani, Alhamdulillah tidak ada penggeledahan ke rumah. Tuduhan yang disebutkan dalam surat penahanan adalah melindungi/menyembunyikan informasi pelaku terorisme. Namun di kemudian hari bertambah lagi tuduhannya sebagai salah satu penyuplai dana (tentu saja saya tidak percaya). Namun yang saya fahami dari penangkapan beliau adalah intinya untuk meredam da’wah Tauhid. Vonis terhadap beliau cukup lama, yaitu 9 tahun.

UF  : Berapa tahun vonis yang telah dijalani Ustadz dan di mana saja ?

US   : Untuk kasus yang sekarang, sudah dijalani hampir 3 tahun. Penahanan awalnya di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, lalu Polda Metro Jaya, kemudian Polres Jakbar. Setelah itu beliau dipindahkan ke Lapas Cipinang, Lapas Salemba dan belum lama ini dipindahkan ke Lapas Kembang Kuning, Nusa Kambangan.

UF  : Bagaimana cara memahamkan anak-anak dengan apa yang terjadi atas Ustadz ?

US  : Memahamkan anak-anak memang cukup sulit. Saya upayakan bertahap sesuai usianya. Walau bagaimana anak-anak tentu terbebani, terutama anak yang paling besar. Karena beban anak-anak kami dapat dikatakan “lebih”. Hanya dapat berharap pada pertolongan Alloh.

UF  : Seberapa sering berkunjung ke Nusa Kambangan, Umm…mengingat jauhnya…

US  : Saya dan anak-anak baru sekali ke NK, karena memang saya sudah terbiasa untuk tidak terlalu sering bezuk. Saat masih di Jakarta pun hanya 2-3 bulan sekali.

UF  : Bagaimana tanggapan keluarga besar terhadap apa yang dialami Ustadz ? Bagaimana juga tanggapan tetangga ?

US  : Tanggapan keluarga, ya tentu beragam sesuai tahapan pemahaman mereka. Alhamdulillah ada beberapa yang faham dan membantu. Sedangkan untuk yang belum faham, mereka hanya menjaga jarak saja tapi tidak frontal menghujat. Untuk tetangga juga demikian, ada yang baik-baik saja, ada pula yang jaga jarak, karena terkadang mereka dihasut pihak-pihak tertentu.

UF  : Tolong kasih pesan buat kami, apa yang harus dilakukan untuk mengambil bagian dalam perjuangan meninggikan kalimah Allah ?

US  : Pesan saya untuk diri sendiri dan teman-teman fillah ; Meninggikan kalimah Alloh itu tidaklah mudah, maka sebagai langkah awal hendaklah kita menjaga keistiqomahan di atas Tauhid ini dengan terus belajar dan berdo’a,sehingga dapat terhindar dari syubhat yang merusak,wajiblah pula kita menjaga kemuliaan akhlaq, menghindarkan diri dari hal yang tidak bermanfaat, baik di dunia maya maupun nyata, karena saya banyak menyaksikan adanya lontaran yang tidak ilmiah dan sikap-sikap yang justru menjatuhkan da’wah…Padahal yang dibutuhkan ummat ini adalah kefahaman terhadap Tauhid dan bagaimana mungkin orang akan menerima da’wah Tauhid bila disampaikan dengan cara yang tidak tepat dan dengan akhlaq yang tidak terpuji.

UF  : Terakhir, Umm…Apa arti seorang Ustadz Amman ?

(Pada pertanyaan ini, saya bilang kalau jawabannya biasanya paling ditunggu-tunggu. Dan sesungguhnya memang demikian adanya. Beberapa teman suka bertanya soal ini karena penasaran…dan kadang saya yang mulai membicarakannya duluan karena saya ingin kami semua belajar)

US  : (Haduh…Paling ditunggu ya ?) Jadi ragu jawab ini, privacy sebenarnya…Alhamdulillah, beliau adalah guru terbaik bagi saya, orang yang sabar, tidak berhenti untuk belajar dan berjiwa besar. Beliau juga adalah suami dan ayah yang berupaya tetap bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya walaupun dalam kondisi keluar masuk penjara. Kesimpulan ; I do love him…

(Mantab kan ?! Dengan kondisi seperti itu beliau dapat “I do love him”)

Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan lagi yang ingin saya ajukan, tapi malam sudah cukup larut. Saya tak ingin mengganggu waktu istirahat beliau lebih lama lagi. Setidaknya saya berharap, saya akan mengajukannya lain waktu karena biasanya kalau saya mengadakan wawancara, saya selalu punya sesuatu yang off the record dan bersama Ummu Sulaiman saya belum punya. Sesuatu yang saya sebut off the record itu bagi saya adalah rizki tambahan, karena ilmu yang dapat saya ambil akan luar biasa. Tapi itu nanti, InsyaAllah. Untuk yang sekarang ini, saya akan mengajak Muslimah terkhusus pembaca al-mustaqbal.net untuk belajar memahami bahwa Tauhid yang kita genggam itu ada ujiannya dan perlu membangun keberanian untuk menghadapinya. Semoga kita bisa !!

sumber http://al-mustaqbal.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s