Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Kepada Orang Kafir

حكم تهنئة الكفار بأعيادهم

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Kepada Orang Kafir

بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikh Hamud ‘Uqla Asy Syu’abiy yang mulia ditanya tentang pengucapan selamat kepada orang-orang kafir atas hari raya mereka dan kemenangan mereka dalam pemilu?

Syaikh menjawab:

Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘Alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya semua.

Wa Ba’du…

Sesungguhnya pengucapan selamat kepada orang orang kafir atas keberhasilan mereka dalam memperoleh jabatan kepemimpinan adalah hal yang diharamkan secara syari’at, karena sikap itu adalah sebagai sikaprukuun (cenderung) kepada mereka, loyalitas kepada mereka serta menggugurkan al wala dan al bara yang merupakan satu pondasi dari sekian pondasi dien ini (ushuluddien), dikarenakan mereka itu adalah musuh-musuh Allah, dien-Nya dan rasul-rasul-Nya, apalagi bila si kafir yang diberikan ucapan selamat itu adalah mujrim harb (penjahat perang) yang tangan kotornya masih senantiasa berlumuran darah darah kaum muslimin, seperti si thaghut Presiden Rusia yang -wal ‘iyadzu billah-menantang Rabbul ‘Alamin seraya mengatakan: (Kami akan terus perang, dan andaikat mesti memerangi Allah maka kami akan memerangi-Nya juga).

Maka wajib atas setiap muslim untuk membenci orang ini dan yang semacam dia serta memusuhi mereka, juga wajib mengerahkan segala apa yang mahal dan berharga dalam rangka memerangi dan menjihadi mereka, dan menjauhkan diri dari sikap rukuun kepada mereka dan dari loyalitas kepada mereka, karena di dalam sikap rukuun kepada mereka itu ada penghantaran diri kepada murka Allah dan adzab-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّه مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (Huud: 113).

Al Qur’an Al Karim sangat sarat dengan ayat-ayat yang menghati-hatikan dari sikap loyalitas dan rukuun kepada orang-orang kafir, dan ayat ayat itu memvonis orang yang tawalli kepada mereka bahwa dia itu termasuk golongan mereka, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Al Maidah: 51).

Keberlepasan diri dari orang orang kafir itu adalah hal wajib yang mana keimanan seorang hamba tidak tegak kecuali dengan perealisasiannya, dan karena hal itu Ibrahim ayah kita ‘alaihissalam berlepas diri dari ayah dan kaumnya, Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ  . إِلا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ .

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.” (Az Zukhruf: 26-27)

Dan berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Al Mumtahanah: 4)

Dan ayat-ayat semacam ini di dalam Al Quran adalah sangat banyak. Maka bagaimana orang muslim -bersama ayat ayat ini- memberikan ucapan selamat kepada musuh-musuh Allah dan rasul-rasul-Nya serta musuh kemanusiaan dan perasaan. Kita memohon kepada Allah agar meninggikan Kalimat-Nya dan menolong bala tentara-Nya, karena sesungguhnya Dia itu Pelindung hal itu dan Yang Kuasa terhadapnya.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabatnya semua.

Didiktekan oleh Syaikh Hamud ‘Uqla Asy Syu’aibiy 1/1/1421 H.

Catatan: Pertanyaan ini dilontarkan kepada Syaikh berkenaan dengan para thaghut jazirah Arab memberikan ucapan selamat kepada saudara mereka Presiden Rusia Putin atas kemenangannya dalam pemilu presiden.

Alih Bahasa:

Abu Sulaiman

LP Kembang Kuning – Nusakambangan

Cilacap 22 Sya’ban 1434 / 01 Juli 2013

 ***

sumber : http://millahibrahim.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s