Syi’ah Nushairiyyah Dan Kewajiban Memeranginya (2-Tamat)

Permusuhan Syi’ah Terhadap Ahlussunnah:

Aqidah Syi’ah itu dibangun di atas kedengkian terhadap Ahlussunnah dan bangsa arab, dendam terhadap mereka dan penganggapan hal itu sebagai ajaran agama dan (qurbah) ibadah. Dan di antara aqidah mereka -sebagaimana yang dikatakan riwayat-riwayat mereka- adalah bahwa Mahdi mereka Al Muntadhar -yang ditunggu tungu oleh semua orang Syi’ah termasuk oleh Nushairiyyah- adalah akan diutus Allah sebagai niqmah(adzab) bukan sebagai rahmat!!

– (Dari Abu Ja’far berkata: Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad sebagai rahmat dan Dia mengutus Al Qaim sebagai niqmah (adzab)) (Biharul Anwar 52/315). Dan di dalam sebagian riwayat-riwayat mereka bahwa Al Qaim itu sangat kejam dalam menumpahkan darah orang-orang yang menyelisihinya!!

– (Seandainya manusia mengetahui apa yang dilakukan Al Qaim saat ia muncul, tentu mayoritas mereka menginginkan untuk tidak melihatnya karena dasyatnya pembunuhan dia terhadap manusia.. sampai banyak manusia mengatakan: Orang ini bukan berasal dari keluarga Muhammad, karena seandainya ia berasal dari keluarga Muhammad tentu mempunyai belas kasihan). (Al Ghaibah milik An Nu’maniy hal: 154, Biharul Anwar: 52/354).

Sebagian riwayat-riwayat mereka menegaskan bahwa ia keluar dari sunnah rahmah dan keadilan! (Al Baqir ditanya: Apakah Al Qaim itu meniti jalan prilaku Muhammad? Maka ia menjawab: “Mana mungkin! Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyikapi umatnya dengan lemah lembut dan beliau mencari simpati manusia, sedangkan Al Qaim diperintahkan untuk meniti jalan pembunuhan dan tidak meminta taubat seorangpun, maka celakalah bagi orang yang menentangnya). Al Ghaibah milik An Nu’maniy hal: 153, Biharul Anwar: 52/353.

Bahkan ia membunuh orang yang tidak berdosa tanpa membedakan antara anak kecil dan orang dewasa sebagaimana yang dikatakan oleh riwayat-riwayat mereka:

– “Bila Al Qaim muncul, maka ia membunuhi anak cucu para pembunuh Al Husen dengan sebab dosa bapak-bapak mereka” (‘Ilalusy Syarai’ hal:229, ‘Uyun Akhbar Ar Ridla: 1/273, Biharul anwar: 52/313)

Dan di antara sifat Al Qaim menurut mereka adalah bahwa dia itu: “Sifatnya tidak lain adalah membunuh seraya tidak menyisakan seorangpun.” (Biharul Anwar: 52/231).

Dan bahwa dia itu membunuhi orang-orang Arab:

– “Dari Abu Abdullah berkata: Tidak tersisa antara kami dengan orang-orang arab kecuali penyembelihan.” (Al Anwar An Nu’maniyyah 52/346).

Dan di antara aqidah mereka adalah bahwa Allah telah menghalalkan darah orang-orang yang menyelisihi bagi mereka:

– “Tidak ada bagian sedikitpun di negara kami bagi orang yang menyelisihi kami, sesungguhnya Allah telah menghalalkan bagi kami darah mereka saat kemunculan Al Qaim kami.” (Biharul Anwar: 52/376).

Dan dikarenakan kedengkian terhadap Ahlussunnah dan kehausan untuk menumpahkan darah mereka itu adalah salah satu bagian dari aqidah Syi’ah secara umum, maka hal itu telah nampak jelas pada sikap-sikap Nushairiyyah terhadap Ahlussunnah, dan ia adalah ciri mereka yang paling menonjol di setiap fase-fase sejarah sejak kemunculan mereka..

Sekte yang busuk ini sejak berdirinya tidak pernah berhenti dari memusuhi kaum muslimin Ahlussunnah dan memperdaya mereka, dan mereka tidak singgah di suatu tempat milik Ahlussunnah kecuali bencana menimpa tempat itu.

Dan di antara contoh itu adalah ucapan Ibnu Katsir rahimahullah:

“Dan pada tahun 717 H Nushairiyyah membangkang dari ketaatan, dan di antara mereka itu ada pria yang mereka sebut Muhammad Ibnu Al Hasan Al Mahdiy Al Qaim Bi Amrillah, kadang dia mengaku sebagai Ali Ibnu Abi Thalib Pencipta langit dan bumi -Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan- dan kadang mengklaim bahwa dirinya adalah Muhammad Ibnu Abdillah pemilik negeri, dia muncul seraya mengkafirkan kaum muslimin dan mengatakan bahwa Nushairiyyah itu berada di atas Al Haq. Pria ini bisa menguasai akal banyak pentolan Nushairiyyah yang sesat, dan dia menetapkan bagi setiap orang dari mereka seratus ribu orang dan negeri-negeri yang banyak dan jabatan-jabatan, dan mereka menyerang kota Jabalah dan memasukinya serta membunuhi banyak penduduknya, dan terus mereka keluar darinya seraya mengatakan: Tidak ada tuhan kecuali Ali, dan tidak ada hijab kecuali Muhammad serta tidak ada pintu kecuali Salman,” mereka menghina Abu Bakar dan Umar, dan penduduk negeri itu berteriak: “Oh Islam, oh sulthan, oh amir tolonglah” dan pada saat itu mereka tidak ada yang menolong dan yang menyelamatkan, mereka menangis dan bersimpuh kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Maka si pria sesat ini mengumpulkan harta terus membagikannya kepada teman-temannya dan para pengikutnya, semoga Allah melaknat mereka, dan dia berkata kepada mereka: Kaum muslimin itu sudah tidak memiliki nama dan negara, dan seandainya tidak tersisa bersamaku kecuali sepuluh orang saja tentu kita bisa menguasai negeri-negeri seluruhnya,” dan dia berteriak di negeri-negeri itu bahwa pembagian itu dengan sepersepuluh bagian tidak yang lainnya agar hal itu disukai, dan dia memerintahkan para pengikutnya agar menghancurkan mesjid-mesjid dan menjadikannya sebagai tempat-tempat khamr, dan mereka itu berkata kepada kaum muslimin yang mereka tawan: Katakan tidak ada tuhan kecuali Ali dan sujudlah kepada Al Mahdi tuhanmu yang menghidupkan dan mematikan agar ia melindungi darahmu dan menetapkan farman (jaminan) bagimu,” dan mereka melakukan persiapan dan melakukan hal-hal yang besar sekali.” Al Bidayah Wan Nihayah 14/83-84.

Muhammad Amiin Ghalib Ath Thawil berkata dalam kitabnya Tarikhul ‘Alawiyyin:

(Gubernur Halb adalah Al Amir Al ‘Alawiy -Annushairiy- Timur Thasy yang menjalin hubungan diam-diam dengan Timur Lank, dan dia bersepakat dengannya agar supaya Timur Lank menyerang Halb, kemudian dia melakukan pembantaian, penjarahan dan penyiksaan dalam waktu yang lama sampai dia membuat bukit besar dari kepala-kepala manusia, dan dia telah membunuh semua komandan yang melindungi kota… dan bencana itu hanya menimpa orang-orang Sunniy saja!!). (Hal 407).

Adapun kejahatan-kejahatan Nushairiyyah terhadap Ahlussunnah di negeri Syam setelah mereka diberi kekuasaan oleh penjajahan Perancis di sana, maka ia sangat masyhur terkenal, di mana mereka melampiaskan kedengkian mereka pada Ahlussunnah dengan pembunuhan, penangkapan, penyiksaan, pengusiran, pemerkosaan kehormatan wanita-wanita yang suci, penodaan terhadap tempat-tempat suci dan penganiayaan terhadap kehormatan.

Loyalitas Nushairiyyah Kepada Musuh-Musuh Islam:

Syaikhul Islam berbicara tentang Nushairiyyah, di mana beliau menjelaskan bahwa termasuk kebiasaan Nushairiyyah adalah membantu orang-orang Yahudi dan Nasrani dan loyalitas kepada mereka dalam memerangi umat Islam, beliau berkata:

(Tergolong hal yang terkenal di tengah kami bahwa wilayah-wilayah pesisir Syam hanyalah dikuasai oleh orang-orang Nasrani adalah karena peran Nushairiyyah, di mana mereka itu selalu bersama setiap musuh kaum muslimin, dan mereka itu bersama orang-orang Nasrani dalam memerangi kaum muslimin. Dan di antara bencana terbesar bagi mereka adalah kemenangan kaum muslimin atas bangsa Tattar, dan di antara perayaan mereka terbesar adalah bila orang-orang Nasrani –wal ‘iyaadzu billah– bisa menguasai tsughur kaum muslimin… maka orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-nya itu pada saat itu menjadi banyak di daerah-daerah pesisir dan yang lainnya, di mana orang-orang Nasrani menguasai wilayah Sahil, kemudian dengan sebab Nushairiyyah itu orang-orang Nasrani menguasai Al Quds Asy Syarif dan yang lainnya, karena keadaan-keadaan mereka yang busuk adalah tergolong sebab terbesar dalam hal itu. Kemudian tatkala Allah menegakkan urusan kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah Ta’ala seperti Nuruddien Asy Syahid dan Shalahuddien dan para pengikut mereka berdua dan mereka merebut wilayah-wilayah pesisir dari orang-orang Nasrani dan dari orang-orang yang ada di situ, dan mereka merebut tanah Mesir juga, karena orang-orang Syi’ah itu telah menguasainya selama seratus tahun, di mana mereka telah bersekongkol dengan orang-orang Nasrani, maka kaum muslimin memerangi mereka sampai bisa mengambil alih kembali negeri-negeri itu. Kemudian sesungguhnya Tattar tidak masuk negeri Islam dan membunuh khalifah Baghdad dan para raja kaum muslimin lainnya kecuali dengan bantuan dan dukungan Syi’ah..) Majmu’ Al Fatawa 35/150.

Kemudian setelah itu berlanjutlah makar buruk Syi’ah Nushairiyyah terhadap kaum muslimin dan juga sokongan mereka bagi musuh-musuh islam, di mana mereka itu adalah pembantu bagi orang-orang kristen eropa dalam penyerangan mereka terhadap Turki Utsmani, mereka provokasi manusia untuk melawan Turki Utsmani seraya memanfaatkan dalam hal itu slogan-slogan arabisme dan nasionalisme dalam rangka menyalakan kedengkian terhadap Turki Utsmani.

Pemimpin sekte Nushairiyyah Shalih Al ‘Alawiy memiliki peranan besar dalam kekalahan Turki Utsmani saat ia melakukan pemutusan jalan yang menghubungkan Thurthus ke Hamah, sehingga kerugian-kerugian Turki Utsmani sangat besar akibat pemutusan jalan di hadapan mereka itu.

Setelah runtuhnya Turki Utsmani dan kedatangan penjajah Prancis, maka sikap-sikap Nushairiyyah seluruhnya adalah penopang bagi penjajahan Prancis dan pendukung baginya, dan orang-orang Prancis-pun menjadikan mereka sebagai batu loncatan kelima dalam rangka perealisasian agenda-agenda dan proyek-proyek penjajahan mereka.

Bahkan sesungguhnya Syi’ah Nushairiyyah memprovokasi pemerintah Prancis agar tetap berada di Suriah!

Doktor Muhammad Ahmad Al Khathib dalam kitabnya “Al Harakat Al Bathiniyyah Fil ‘Alam Al Islamiy” menyebutkan bahwa di dalam file-file departemen luar negeri Prancis (no 3547 tanggal 15/6/1936) terdapat dokumen panjang yang diajukan oleh para pemimpin sekte Nushairiyyah di Suriah kepada perdana menteri Prancis, di mana di dalamnya dikatakan:

(Negara Andre Leon Blum, Presiden Prancis: Sesungguhnya bangsa ‘Alawiy yang selalu menjaga kemerdekaannya tahun demi tahun dengan banyak semangat tinggi dan berbagai pengorbanan yang banyak adalah bangsa yang berbeda dalam keyakinan-keyakinan keagamaannya, adat istiadatnya dan sejarahnya dari bangsa muslim “Sunni” dan tidak pernah dalam satu haripun ia tunduk kepada pemerintahan karena campur tangan, dan sesungguhnya kami hari ini melihat bahwa penduduk Damaskus memaksa orang-orang Yahudi yang tinggal di tengah mereka untuk tidak mengirimkan bahan-bahan makanan kepada saudara-saudara mereka bangsa Yahudi yang tertindas di Palestina. Sesungguhnya orang-orang yang Yahudi yang baik itu yang membawa kemajuan dan perdamaian kepada bangsa Arab muslim dan menebar emas dan kesejahteraan di atas bumi Palestina, dan mereka tidak pernah menyakiti siapapun, serta tidak pernah mengambil sesuatupun dengan kekuatan, namun demikian kaum muslimin (sunniy) malah mengumumkan perang suci terhadap mereka padahal di Palestina itu ada Inggris dan di Suriah ada Prancis. Sesungguhnya kami menghargai perasaan yang membawa tuan-tuan untuk membela bangsa Suriah dan keinginannya dalam mewujudkan kemerdekaannya, akan tetapi Suriah masih jauh dari tujuan yang mulia lagi masih tunduk pada ruh penyekatan keagamaan yang dilakukan kaum muslimin “Sunni” serta penghancuran bangsa ‘Alawiy yang diwakili oleh para penanda tangan terhadap mudzakkirah ini. Kami memohon kepada pemerintah Prancis agar memberikan jaminan bagi kebebasan dan kemerdekaannya, serta meletakkan di hadapannya nasibnya dan masa depannya, sedangkan ia sangat percaya bahwa ia pasti mendapatkan pada mereka sandaran yang kuat bagi bangsa ‘Alawiy yang jujur yang telah mempersembahkan pelayanan-pelayanan yang besar bagi Prancis). Dokumen ini telah ditandatangani oleh: Sulaiman Al Asad, Muhammad Sulaiman Al Ahmad, Mahmud Agha Hadid, ‘Aziz Agha Hawasy, Sulaiman Al Mursyid dan Muhammad Bik Junaid.

Dan saat Prancis keluar meninggalkan Suriah, maka mereka membalas Nushairiyyin itu dengan diberikan kepada mereka kendali-kendali urusan dan diserahkan kepada mereka pengelolaan negeri itu.

Kewajiban Memerangi Mereka:

Bila keadaan Nushairiyyah itu adalah apa yang telah kami sebutkan, dan hakikat keyakinan mereka itu adalah apa yang telah kami ketengahkan, maka sesungguhnya memerangi mereka itu adalah wajib atas kaum muslimin hatta walaupun mereka itu adalah orang-orang yang diam lagi menjalin damai, maka bagaimana hal sedangkan mereka itu menabuh genderang perang yang dasyat terhadap kaum muslimin dan membuat ladang-ladang pembantaian demi pembantaian, dan melakukan kejahatan-kejahatan besar serta tidak menjaga hak dan kehormatan dalam menyikapi orang muslim..! Maka orang-orang semacam mereka itu tidak meragukan prihal kewajiban memeranginya dan kesegeraan untuk menjihadinya kecuali orang yang Allah butakan bashirahnya dari al haq dan dia telah disesatkan oleh syaithan-syaithan kebatilan..!

Syaikhul Islam telah memprovokasi untuk memerangi mereka setelah beliau menjelaskan hakikat keadaan mereka di dalam ucapan beliau yang lalu, di mana beliau berkata:

(Dan tidak diragukan lagi bahwa menjihadi mereka itu dan menegakkan hudud kepada mereka adalah tergolong ketaatan yang paling agung dan kewajiban yang paling besar. Dan ia itu lebih utama daripada menjihadi orang yang tidak memerangi kaum muslimin dari kalangan kaum musyrikin dan ahlul kitab. Karena menjihadi Syi’ah Nushairiyyah itu tergolong jenis menjihadi orang orang murtad, di mana Abu Bakar Ash Shiddiq dan para sahabat radliyallahu ‘anhum memulai dengan menjihadi kaum murtaddin sebelum menjihadi orang orang kafir ahli kitab. Karena bahaya orang-orang murtad itu terhadap kaum muslimin adalah lebih dasyat daripada bahaya mereka itu.. Dan wajib atas setiap muslim untuk bangkit menghadang hal itu sesuai kemampuannya dalam menunaikan kewajiban ini, dan tidak halal bagi seorangpun menyembunyikan apa yang diketahuinya tentang kabar Nushairiyyah itu, namun ia harus menyebarkannya dan menampakkannya agar supaya kaum muslimin mengetahui hakikat keadaan mereka, dan tidak halal bagi seorangpun bersikap diam diri dari bangkit melawan mereka dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.. Orang yang membantu dalam menghadang kejahatan mereka dan memberi tahu tentang mereka sesuai kemampuannya adalah mendapatkan balasan dan pahala yang tidak terhingga yang hanya Allah Ta’ala saja yang mengetahuinya). Majmu’ Al Fatawa 35/150.

Wahai kaum muslimin: Ambil bagianlah dalam jihad ini dan berlomba-lombalah di dalamnya, serta bebaskanlah Syam Islam dari penguasaan sekte Nushairiyyah yang musyrik ini..

Wahai kaum muslimin: Sesungguhnya pertarungan ini bukanlah melawan si penjahat Basyar saja, dan bukan juga melawan partai Bath kafir saja, akan tetapi ia itu melawan sekte syirik Nushairiyyah secara keseluruhan.. Bahkan sesungguhnya saudara-saudara kalian di Suriah tidak menghadapi sekte Nushairiyyah saja, akan tetapi menghadapi koalisi rapi antara Majusi Rafidlah, Nashara salibis dan Yahudi zionis.. Semuanya menyokong Nushairiyyah di Suriah, maka mana sokongan kalian kepada saudara-saudara kalian Ahlussunnah?

Ya Allah, sesungguhnya itu adalah kejahatan besar..!

Ya Allah, sesungguhnya itu adalah kejahatan besar..!

Wahai para pemuda Islam, di mana masa muda kalian dan di mana kekuatan kalian sedangkan kalian malah diam duduk tidak ikut andil membela agama kalian? Apakah kalian mau menyerahkan mereka kepada Nushairiyyah sebagaimana kalian telah menyerahkan Ahlussunnah di Irak kepada Syi’ah Rafidlah..?

Wahai para saudagar Islam, dikemanakan perniagaan kalian dan dikemanakan harta-harta kalian, sedangkan kalian pelit infaq terhadap jihad demi kejayaan agama dan umat kalian?

لمن تطلب الدنيا إذا ل مترد بها

سرور محب أو إساءة مجرم ؟

Untuk siapa dunia ini bila engkau tidak menginginkan dengannya
Kebahagian suatu yang dicintai dan keburukan orang yang jahat

Wahai ulama Islam, mana ilmu kalian sedangkan kalian telah meninggalkan jihad di belakang punggung kalian?

Wahai para ahli ibadah dan orang-orang yang zuhud, di kemanakan shaum dan haji kalian sedangkan kalian tergolong orang-orang yang absen lagi duduk tidak andil dalam membela dien ini?

Wahai kaum muslimin: Ini adalah waktu penghunusan pedang dan penyiapan pasukan.. Ingatlah, hendaklah setiap muslim mengetahui bahwa wajib atasnya untuk menjihadi sekte syirik ini dengan tangan, dengan harta dan dengan lisan..

Barangsiapa yang mampu berangkat menjihadi mereka dengan fisik maka ia wajib berangkat..

Dan siapa yang mampu menyalurkan dana dalam menjihadi mereka maka hal itu wajib atasnya…

Dan siapa yang mampu mengobarkan semangat dalam memerangi mereka dan menjelaskan kemusyrikan mereka serta kewajiban memerangi mereka, maka hal itu wajib atasnya..

Ingatlah, hendaklah diketahui barangsiapa berdamai dengan mereka dan menjalin ikatan persahabatan dengan mereka, maka sesungguhnya dia itu telah mengkhianati dienya dan mengkhianati umatnya serta dia telah menjual Islam dengan kekayaan dunia..

Ingatlah, hendaknya setiap muslim mengetahui bahwa perseteruan dengan Nushairiyyah itu adalah peperangan Islamiyyah terbesar, dan bahwa orang yang absen darinya padahal dia itu mampu adalah telah absen dari jihad yang telah Allah perintahkan, dan dia itu berhak mendapatkan ancaman yang ada prihal orang-orang yang absen.

Ingatlah, hendaklah setiap muslim mengetahui bahwa kekalahan Nushairiyyah adalah jalan lempang untuk membebaskan Al Quds.. dan bahwa wajib atasnya menjihadi Nushairiyyah sebagaimana wajib atas dia menjihadi orang-orang Yahudi, tidak ada perbedaan..

Ingatlah, hendaklah setiap muslim mengetahui bahwa Islam tidak bisa tegak di negeri Syam bila belum selesai membebaskannya dari sekte syirik ini..

Adapun kalian wahai saudara-saudara kami di Suriah, maka kami katakan kepada kalian:

Sungguh Allah telah memuliakan kalian dengan menjadikan kalian berada di barisan terdepan dalam menghadapi Nushairiyyah ini, sebagaimana Dia telah memuliakan saudara-saudara kami di Palestina dengan menjadikan mereka berada di front terdepan dalam menghadapi Yahudi, dan sebagaimana Dia telah memuliakan saudara-saudara kami di Irak dengan menjadikan mereka berada di garis terdepan dalam mengahadapi Rafidlah..

Ingatlah, hendaklah kalian mengharapkan pahala Allah dalam jihad kalian, teguhlah di atas dien kalian dan bersabarlah terhadap musibah yang menimpa kalian, bisa jadi Allah Ta’ala ingin mengistimewakan kalian dengan pilihan sebagai syuhada, dan bisa jadi Allah Ta’ala ingin menjadikan dari jihad kalian terhadap sekte syirik ini sebagai jalan bagi kejayaan Islam dan pintu dari sekian pintu kemenangan yang ditunggu-tunggu.

Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Semoga shalawat dan salam Allah limpahkan kepada Nabi-Nya yang mulia, kepada keluarganya dan para sahabatnya semua.

Ditulis oleh:

Abul Mundzir Asy Syinqithiy.

Hari Ahad 04 Dzul Hijjah 1433 H / 21 Oktober 2012 M.

Selesai diterjemahkan di LP Kembang Kuning – Nusakambangan

Cilacap 21 Sya’ban 1434 H / 30 Juni 2013 M

* * *

sumber : http://millahibrahim.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s