Astaghfirullah, Seorang Guru Ngaji Ditembak Mati Densus 88 Di Bone

8768_194861

Mushab untuk Al-Mustaqbal Channel

BONE – Penembakan terhadap terduga ‘teroris’ oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Desa Alinge Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone menghebohkan warga. Penembakan ini terjadi pada Kamis (17/10/2013).

Dari tiga terduga ‘teroris’ yang ditangkap itu satu di antaranya ditembak mati tanpa dimintai keterangan ataupun disidang secara adil, Astaghfirullah. Dia ditemukan di kebun coklat milik warga.

Aparat gabungan Kepolisian Resor Bone (Polres Bone) dan Brimob Detasemen C Pelopor langsung menggerebek rumah milik Suardi alias Pak Guru. Suardi merupakan mantan guru Sekolah Menengah Pertama 2 Amali, Kecamatan Amali Kabupaten Bone yang mengundurkan diri sejak tiga tahun silam. Suardi disebut-sebut sebagai pelaku penyerangan pos Brimob Loki, Ambon dan pelemparan bom Gubernur Sulsel.

Suardi meninggal setelah terkena tembakan di bagian dadanya hingga tersungkur di bawah pohon coklat, tutur salah satu warga, Andi Hasanuddin.

Usai penembakan itu, petugas berpakaian preman langsung memboyongnya ke atas mobil bersama dua rekannya. Dua kendaraan di sekitar lokasi langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Mabes Polri membenarkan penangkapan tiga terduga teroris di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan hari ini. Namun Mabes Polri belum mendapatkan info lengkap mengenai penangkapan para teroris tersebut.

“Betul (memang ada penangkapan), cuma belum ada data lengkapnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto saat dihubungi wartawan.

Jenazah Suardi alias Pak Guru kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. Dua terduga ‘teroris‘ yang masih hidup juga kini telah digiring ke Makassar.

Yang amat sangat disesali, Suardi ini atau disebut Pak Guru adala seorang guru ngaji anak-anak didesa Alinge. Menurut tetangga sekitar, Suardi sehari-hari menjadi guru mengaji. Hampir tiap hari anak-anak belajar mengaji di rumahnya. Suardi juga dikenal ramah serta baik. Namun, dengan tanpa ampun lagi Densus 88 membunuhnya sebelum diadili.

sumber http://al-mustaqbal.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s