Sebuah Pesan Dari Muslimah : Waspada Trik Kotor Densus Laknatullah

Densus_88_The_Real_TerroristSebuah pesan via email dikirim oleh seorang Muslimah, Ummu Azzam AbdurRahman, agar kau Muslimin selalu mewaspadai trik kotor Densus 88 laknatullah, yang selalu mengintai kaum Muslimin di setiap waktu. Berikut pesan lengkapnya, semoga bisa menjadi pelajaran!

JANGAN LENGAH WAHAI SAUDARAKU, DENSUS ADA DI DEKATMU MENGINTAIMU SETIAP WAKTU !

Ummu Azzam AbdurRahman, 11 Dzulhijjah 1434 H/ 16 Oktober 2013

Bismillahirrahmanirrahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kutulis pesan ini untuk kalian wahai saudara-saudaraku, khususnya yang masih berjiwa muda dan ghirah berjihad sedang sangat meluap-luapnya, menyala-nyala. Terkhusus lagi bagi kalian yang banyak berkiprah secara vokal di media jejaring sosial. Waspadalah!

Berikut adalah info yang sebenarnya sudah lama saya ketahui dari seorang ikhwan senior yang sudah kenyang makan asam garamnya peperangan, berpuluh tahun malang melintang di hamparan kerasnya belantara perjuangan yang teramat garang ini. Namun ternyata info semacam ini masih aktual sampai sekarang karena ternyata cara-cara licik bin basi ini masih juga diterapkan Densus laknatullah untuk mengadali alias menipu ikhwan-ikhwan muda kita dan ironisnya masih saja ada yang bisa menjadi korbannya! Astaghfirullah, mungkinkah ada dhaurah kita yang kurang memahamkan masalah ini kepada jamaahnya? Ataukah karena memang dhaurah masih terlalu eksklusif untuk mereka yang sudah memiliki kelompok sendiri dan membuat jamaah dari luar yang merasa asing karena tidak mempunyai kenalan sungkan untuk mengikuti atau justru karena adanya ketidakpuasan dan bahkan kekecewaan atas sikap segelintir orang dari kelompok eksklusif itu yang seperti banyak terjadi sering bersikap arogan merasa sudah paling baik dan benar sehingga cenderung merendahkan orang lain walaupun yang semanhaj? Allahua’lam namun yang jelas masih selalu saja ada banyak ikhwan muda kita yang bergerak sendiri tanpa mau berkoordinasi dengan siapapun sehingga karena kurang pengalaman dan kewaspadaannya mereka sering terjebak pada lingkaran konspirasi tengik ramuan Densus88  tersebut.

Seperti inilah “Info Dari Forum Sebelah” yang saya peroleh dan saya bagikan kepada Anda semua. Silahkan dibaca, dipelajari dan dikaji. Selanjutnya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran dan semoga Dia Yang Maha Perkasa menurunkan penjagaan dan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba yang tetap selalu istiqomah menapakkan kakinya di jalan dakwah tauhid wal jihad, sehina apapun hamba tersebut di hadapan sesama makhluk, sesama manusia. Allahua’lam bishshawwab.

Seorang nara sumber memberikan kesaksian seperti ini (semoga kejujurannya terjaga dan jika memang dia benar-benar menyampaikan kebenaran semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keistiqomahan kepadanya):

“Kemarin saya didatangi oleh kerabat saya yang adalah seorang intel Densus 88. Dia datang untuk memperingatkan saya agar tidak terpengaruh apabila ada hasutan sekelompok orang untuk berjihad di indonesia. Kerabat saya itu mendengar dari sepupu saya bahwa saya sering memposting berita-berita jihad luar negeri di akun-akun saya lalu dia datang untuk memperingatkan saya agar berhati-hati apabila ada ajakan dari teman atau bahkan sekelompok orang yang mengaku akan berjihad di negeri Indonesia ini.

Saya baru tahu bahwa Densus 88 mempunyai cara licik untuk melanggengkan namanya. Singkat saja, kerabat saya itu menjelaskan cara-cara Densus membuat orang menjadi tersangka teroris, yakni lebih kurang sebagai berikut:

  1. Densus 88 memiliki intel di jejaring sosial dengan membuat akun-akun khusus yang diberi pekerjaan untuk mencari dan memantau akun yang berjiwa mujahid, terlebih yang mempunyai cita-cita mati syahid dan sering memposting berita-berita jihad.
  2. Setelah target ditemukan, maka akun intel Densus 88 yang menyamar sebagai mujahid tersebut akan mengirimkan pertemanan. Setelah dikonfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya di mana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di Indonesia. Kalau trik awal semua berjalan lancar, maka intel tadi mengajak ikhwan tadi untuk melakukan pertemuan rahasia.
  3. Bagi mereka yang pada akunnya telah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai perindu syahid.
  4. Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban Densus 88 ini akan langsung diberi latihan militer atau langsung dipersenjatai.
  5. Setelah itu, calon korban ini dicarikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi Densus 88 untuk menyerbu (kita semua telah tahu bahwa rata-rata penyergapan “teroris” adalah di rumah kontrakan bukan?)
  6. Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang isinya belum komplit akan mereka antarkan ke kontrakan. Biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa bahan-bahan itu akan dijadikan bom rakitan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi Densus 88, bahan-bahan ini nantinya akan mereka jadikan sebagai barang bukti untuk memojokkan ikhwan-ikhwan yang mereka jebak).
  7. Perlu diketahui bahwa para calon korban ini diberi senjata dengan peluru yang terbatas agar saat dilakukan penyergapan dan mereka melakukan perlawanan tidak akan sanggup terlalu lama bertahan karena peluru keburu habis sehingga saat mereka telah kehabisan peluru maka Densus 88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan (basi seperti biasa dilakukan terhadap tersangka kejahatan kriminal) bahwa tersangka melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Korban ditembak mati dan habis perkara, tidak akan ada lagi pertanyaan dan pembelaan. Paling banter hanya sedikit protes dari Komnas HAM yang biasanya juga tidak lama kemudian sudah lenyap ditelan angin.
  8. Setelah semua siap, maka akan terjadilah DRAMA PENGGEREBEKAN “TERORIS” dan akan disiarkan biasanya secara LIVE di TV ONE yang sudah diberitahu sebelumnya (Anda masih ingat bukan drama lucu seperti ini yang pernah terjadi di Temanggung dan disiarkan secara langsung berjam-jam oleh tv tersebut? Inilah salah satu bukti kebenaran info ini. InsyaAllah.)
  9. Saat penggerebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata. Itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama Densus 88 sehingga saat mereka tahu bahwa datang Densus 88 ke kontrakan mereka untuk menyerang, para korban ini sangat bersemangat karena mereka berpikir bahwa mati di tangan Densus 88 adalah mati syahid. Sambil menyelam minum air, karena para calon korban ini juga diajari untuk menjadi pendiam dan bersikap eksklusif di lingkungan tempat tinggal mereka sehingga otomatis setiap terjadi penyergapan maka kesaksian masyarakat sekitar akan seragam yakni bahwa para “teroris” ini sangat eksklusif tidak mau bergaul dengan tetangga dan sebagainya. Keuntungan bagi Densus, ke depannya akan semakin meringankan tugas mereka karena dengan sendirinya masyarakat akan sudah bisa “menjaga” sendiri lingkungan mereka dari masuknya pria-pria berjenggot bercelana cingkrang dan wanita-wanita bercadar ke dalam lingkungan mereka. Pemberangusan Islam kaaffah oleh masyarakat Islam sendiri. Sangat licik tetapi nampak sangat cantik.
  10. Perlu diketahui bahwa yang direkrut oleh para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi tumbal Densus 88 yang ingin tetap eksis dan mendapatkan gelontoran dana yang semakin besar dari tuan-tuan mereka yang mereka jilati telapak kakinya. Selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di Indonesia.
  11. Anggota atau pasukan Densus 88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu mengenai skenario tersebut karena demi menjaga kerahasiaan operasi ini mereka juga dibodohi oleh kesatuannya sendiri. Mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris/ jaringan Al Qaeda.
  12. Si korban akan langsung ditembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti apapun bahwa dia telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar bahwa yang merekrut mereka ini adalah intelejen Densus 88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka memang mujahid (baca: mujahid buatan Densus)

Saya dibuat tidak mampu berkata-kata lagi setelah mendengar penjelasan yang dibeberkan oleh kerabat saya itu karena memang begitu banyaknya kesamaan modus operasinya dengan aksi penyergapan “teroris” yang sering dilakukan Densus laknatullah selama ini.

Penjelasan di atas adalah info dari Muhammad M…..T….. yang dilanjutkan dengan pesannya sebagai berikut:

“Saudara-saudara muslimku semua, berhati-hatilah kalian! Ingat, jika ada yang mengajak kalian berjihad di Indonesia, maka kalian harus berhati-hati terkecuali seruan-seruan dari ormas-ormas yang sudah kita kenal sebelumnya.

SEBARKAN!!!

MARILAH KITA SELAMATKAN SAUDARA-SAUDARA KITA DARI SKENARIO BUSUK DENSUS 88 AGAR KITA TIDAK MENJADI TUMBAL MEREKA BERIKUTNYA !!! “

Sebagai tambahan, saya (Ummu AbdurRahman) kutipkan pendapat lain lagi dari ikhwan kita yang meyebut dirinya dengan nama Syam Tiwikrama pada tanggal 28 September 2013 berikut ini:

“Kaum Muslimin yang semoga selalu dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Densus 88, sebagai penyebar fitnah bagi kepentingan asing tidak perlu kita herankan bila kita memahami latar belakang terbentuknya organisasi yang lebih loyal kepada kepentingan asing (AS) yang telah memberikan biaya jutaan dollar, ketimbang loyal kepada Polri sebagai institusi induk semangnya.

Semuanya memang telah digariskan dalam Protokol Zionis dimana NKRI merupakan target utama yang akan diporakporandakan. Kita sebagai kaum Muslimin, wajib sadar bahwa bahaya sedang mengancam kita bersama, Protokol Zionis sudah masuk, menyebar, menyusup dan mempengaruhi berbagai elemen bangsa, mulai Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif, termasuk organisasi-organisasi komprador penjilat asing dan media masa (di antaranya TVOne dan MNC Group), dalam gerak seirama antara politik dan ekonomi.
Ini bukan fitnah, karena Al Quran (Surat Al Maidah : 51 dan 82 dan Al Hadist) telah mengingatkan kita betapa BAHAYAnya Fitnah bangsa Yahudi, kesemuanya dalam rangka menjadikan “The World Order” (Pemerintahan Tunggal Dunia) dalam satu kendali oleh Zionis atau “The New World Order” yang menjadikan Zionis sebagai penguasa baru di seluruh dunia dan satu-satunya. Terkadang kita hanya terlena dengan Pilkada dan sejenisnya, yang subtansinya hanyalah adu domba untuk menghancukan nilai-nilai keimanan, kebangsaan dan ekonomi.

SADAR SADAR SADARLAH WAHAI SAUDARAKU! KOKOHKAN JATIDIRIMU!”

Demikian untaian pesan penting amanah saudara-saudara kita yang telah saya tunaikan. Semoga membawa maslahat bagi perjuangan kita, menyatukan kita semua dalam cinta karena Allah semata dan menjauhkan kita dari kebodohan saling berpecah belah, merendahkan sesama dan meninggikan kelompok kita sendiri, sebuah fitnah yang akan membuat musuh-musuh kita bersorak kegirangan. Naudzubillahi min dzalik.

Barakallahufiikuum.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ummu Azzam AbdurRahman

(Di salah satu sudut sunyi di Bumi Allah, 16 Oktober 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s