Mengapa Mereka Membenci Syekh Abu Bakar Al-Baghdady (ISIS)?

Majelis_Shahwah_Iraq

M Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel

Berikut tulisan Syekh Abu Dujanah Al-Khurasani yang berjudul “Kenapa Mereka Membenci Abu Bakar Al-Baghdady?” yang dialih bahasakan oleh Ustadz Abu Sulaiman Al-Arkhabiliy. Dari tulisan ini kita akan diberikan pemahaman yang sangat luar biasa terkait mengapa mereka (musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin) begitu membenci sosok Amirul Mu’minin Daulah Islam Di Iraq Dan Syam (ISIS), Syekh Abu Bakar Al-Baghdady-hafizahullah. Semoga bermanfaat!

Beliau dibenci oleh orang-orang (kafir) barat, dikarenakan mereka sudah terbiasa melihat pemuda muslim memajanggambar Rambo di pakaiannya dan poster Beckham di buku tulisnya dan menggoyang-goyangkan kepalanya mengikuti irama nyanyian rock dan pop, menikmati pajangan lukisan karya Pablo Picasso, membaca novel-novel karya William Shakesphire, menikmati makanan produk MC Donald, menghirup rokok Marlboro dan memotong rambutnya mengikuti model Marinz.

Mereka terbiasa melihat orang muslim terlepas dari tuntunan diennya lagi meniru budaya orang lain, dan dia tidak membawa dari nilai-nilai Islam kecuali seperti apa yang dibawa saringan dari air yang disaringnya.

Dan setelah kepemimpinan Abu Bakar Al Baghdadiy maka alam akan terbebas dari kotoran-kotoran budaya barat, dan tsaqafah (peradaban/pengetahuan) Islam akan berkuasa di seluruh belahan planet bumi ini. Islam tidak akan merasa cukup dengan mencelup dunia Islam dengan warnanya, namun arahan-arahannya akan menjadi “Trend” atau “Mode” bagi orang-orang kafir.

Setelah peta Daulah meluas dan gelombang-gelombang kekafiran yang kuat terhantam hancur di atas batu-batu karangnya, maka tsaqafah kita akan mengendalikan alam ini dan (boneka) Barbie akan memakai niqab serta akan membaca Al Qur’an dengan riwayat Hafsh saat ia disentuh.

Kita akan mengirim para pendekar dan para tokoh menyebrangi samudra-samudra sampai mereka mendapatkan seorang balita Kamboja dinamakan oleh ayahnya yang beragama Budha dengan nama “Usamah” dalam rangka berharap anaknya menyerupai pria yang menjadi legenda itu (maksudnya Syaikh Usamah, pent). Dan mereka akan mendapatkan orang Korea Selatan memakai ghutrah (kafayeh arab) dan ‘iqal (tali kafayeh) dan dia duduk di kantor khususnya di lantai 51 gedung pencakar langit serta dia melantunkan nasyid karya Abu Abdil Malik dengan logat Korea tanpa dia memahami maknanya:

Sanakhuudlu ma’aarikanaa ma’ahum… Wa sanamdlii jumuu’an narda’uhum.

Wa nu’iidul haqqal mughtashaba… Wa bi kullil quwwati nadafa’uhum.

Dan orang-orang Jepang akan membuat kue-kue dari bahan kurma pada hari Iedul Fithri, dan orang-orang Brazil akan makan daging qurban sebagai pengganti daging ayam Romawi, negara Lapagos akan penuh dengan orang-orang yang memakai jumab arab atau celana Afghan, orang-orang Prancis akan minum air Zamzam dengan menggunakan wadah-wadah logam, perusahaan-perusahaan Sinema internasional akan bersaing untuk mengcopy film-film perang yang dibuat dari inspirasi hadlarah islamiyyah dan engkau akan mendapatkan di awal pembuka film ungkapan “Kami tidak memperkenankan pemutaran film dengan disertai musik”.

Syaikh Abu Bakar Al Baghdadiy dibenci oleh barat, dikarenakan mereka telah terbiasa melihat para perwira tentara-tentara arab mendapatkan pangkat-pangkat militer sesuai dengan besar perut-perut mereka yang merupakan hasil barakah “bisnis harga diri” yang laris di kalangan angkatan-angkatan senjata, di mana mereka meletakkan meteran kecil ke dalam bundaran lobang pusar setiap perwira untuk mengukur “kedalamannya” dalam rangka menentukan pangkat militer baginya. Barangsiapa yang memiliki perut paling besar dan pusar paling dalam, maka dia menjadi perwira paling atas dan meraih pangkat paling tinggi, mereka itulah bala tentara perut yang selalu tidak kenyang.

Dan setelah Abu Bakar Al Baghdadiy, maka bala tentara Daulah Islam akan menggantikan posisi bala tentara arab dan (yang mengaku) Islam, dan siapa orang di antara kita tidak mengenal bagaimana bala tentara Daulah Islamiyyah?

Prinsip mereka tidak memperkenankan mereka untuk lemah dan merendahkan diri, di mana ‘izzah di dalam urat-urat mereka adalah sifat bawaan seperti model golongan darah, salah seorang di antara mereka memakan separoh roti yang dibuat di atas “perapian” kemudian setelah itu ia baku tembak dengan orang-orang Amerika di dalam persembunyian yang berlangsung beberapa hari, mereka itu menginginkan berjumpa dengan Allah seraya ringan (jiwa) dan perut mereka kosong. Salah seorang di antara mereka melakukan tiga ‘amaliyyat istisyhadiyyah akan tetapi kematian lari darinya pada yang pertama dan yang kedua, namun kematian tidak bisa lari darinya pada kali yang terakhir, di mana kali yang ketiga ia tetap ada, dan penteror kematian telah pergi sebagai syahid, dan kami tidak mensucikannya di hadapan Allah.

Orang-orang barat membenci Abu Bakar Al Baghdadiy, dikarenakan mereka merasa nikmat dengan melihat kaum muslimin berdiri dalam upacara di hadapan kedubes-kedubes mereka seraya memelas meminta saluran kebebasan setelah negeri-negeri mereka menjadi kuburan masal bagi orang-orang hidup. Di mana putra-putra para penakluk semisal Khalid, Mutsanna dan Shalahuddien kali ini telah kembali dalam keadaan hina untuk membuka kamar-kamar mandi dan membersihkannya serta mencuci piring-piring dan mengelapnya. Sungguh putra-putra para penakluk telah lari dari “penindasan para penguasa” di negeri-negeri mereka untuk mendapatkan bantuan-bantuan dana di Eropa dalam keadaan hina! Fenomena ini memuaskan tuan-tuan barat dan melegakkan kedengkiannya yang bersejarah terhadap kaum muslimin, dan ini lebih mereka sukai daripada membongkar kuburan Umar Ibnul Khaththab atau memasang salib di atas kuburan Shalahuddien.

Orang-orang barat paham benar bahwa Abu Bakar Al Baghdadiy ini adalah akhir fase pelampiasan mereka ini. Abu Bakar Al Baghdadiy membawa proyek kebangkitan Islam yang mengembalikan lagi kehidupan di tubuh murni khilafah islamiyyah untuk membebaskan kaum muslimin dari samudera sampai samudera dari peribadatan kepada hamba menuju peribadatan kepada Rabb si hamba-hamba itu.

Sesungguhnya beliau adalah pemimpin kebangkitan Islam yang berpijak di atas tauhid di abad 21, sesungguhnya ia adalah proyek yang tidak dibatasi oleh peta wilayah dan cita-cita yang tidak dikurung oleh atap. Sehingga orang-orang barat akan berupaya sekuat tenaga untuk menghalangi telapak tangan Abu Bakar dari mengusap debu dari lentera ajaib khilafah. Sang pembangkang ini menggetarkan barat, oleh sebab itu mereka membencinya.

Mereka membenci Abu Bakar Al Baghdadiy…

Beliau dibenci oleh para ulama istana dan para pelayan singgasa, para penjual agama dan para calo fatwa semacam Al ‘Abikan dan Al Fauzan, di mana mereka itu telah terbiasa memainkan peranan “gereja di abad pertengahan” dalam menundukan manusia kepada kaisar yang dinamakan ulil amri secara tipuan, bahkan lisan keadaan mereka itu mengatakan: (Biarkan apa yang jadi hak Allah buat kaisar dan apa yang jadi hak kaisar buat kaisar), “sehingga apa yang buat sembahan-sembahan mereka maka tidak sampai kepada Allah, dan apa yang buat Allah maka ia sampai kepada sembahan-sembahan mereka. Sungguh alangkah buruk apa yang mereka putuskan.” (Al An’am: 136).

Mereka mengatakan kepada manusia agar menasehati waliyyul amri secara sembunyi-sembunyi, supaya dia menunggangi punggung-punggung mereka secara terang-terangan.

Beliau dibenci oleh para pengklaim ilmu yang malu dari hukum-hukum syari’at islamiyyah sebagaimana pelaku maksiat malu dari dosanya, dan mereka malah berdalil dengan resolusi-resolusi PBB dan MoU Jenewa daripada berdalil dengan firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Mereka mendengung-dengungkan Demokrasi dan memamerkan istilah-istilah Sekulerisme dan menggunakan seruan-seruan jahiliyyah dengan nama modernisasi, mereka berangan-angan untuk memotong cakar-cakar Islam dan mencabut taring-taringnya agar supaya menjadi kambing potong yang mana orang-orang kafir bersarapan pagi dengan air susunya dan makan siang dengan dagingnya.

Maka datanglah Abu Bakar Al Baghdadiy, supaya menjadi judul fase baru bagi sejarah Islam yang menjadi saksi kembalinya bagi masa diperhitungkannya ulama rabbaniyyin umat ini. Di fase Abu Bakar Al Baghdadiy, akan muncul kembali di hadapan kita ulama ‘amilin yang memimpin peperangan dan terdepan di barisan perang serta meluruskan waliyyul amri bila mereka melihat kebengkokan darinya.

Di antara mereka akan ada orang-orang semisal Sufyan Ats Tsauriy yang suatu hari masuk menemui khalifah Al Mahdiy terus beliau menasehatinya dan bersikap keras dalam menasehatinya itu, maka menteri Al Mahdiy berkata kepadanya: Apakah kamu mengajak bicara Amirul Mu’minin dengan cara seperti ini?

Maka Sufyan berkata kepadanya: Diam kamu, tidak membinasakan Fir’aun kecuali Haman, kemudian tatkala Sufyan pergi maka si menteri berkata kepada Khalifah: Apakah engkau mengizinkan saya untuk memenggal lehernya? Maka khalifah berkata kepadanya: Diam kamu, tidak tersisa di atas bumi ini orang yang mana (kita) malu darinya selain dia!

Akan ada di antara mereka orang semisal Al ‘Izz Ibnu Abdissalam, sang penjual para raja, yaitu orang yang berkata kepada puteranya setelah rumahnya didatangi wakil Sultan di Mesir seraya menenteng pedang untuk membunuhnya setelah beliau mengeluarkan fatwa agar para umara dan para raja itu dijual: Wahai anakku, bapakmu ini lebih kecil dari dibunuh di jalan Allah..

Sang penjual para raja ini tidak takut dan tidak cemas, akan tetapi ia di atas keyakinan bahwa ia itu tidak pantas mendapatkan kesyahidan di jalan Allah, dan inilah yang menyibukan hatinya!

Akan ada di antara mereka orang semisal Al Hasan Al Bashriy yang pergi untuk menasehati manusia sedangkan mereka itu telah terpesona dengan istana Munif yang dibangun oleh Al Hajjaj di Wasith, terus ia berdiri ceramah di tengah manusia dan berkata: Sungguh kita telah memperhatikan apa yang dibangun oleh manusia paling busuk, maka kita mendapatkan bahwa Fir’aun telah membangun istana yang lebih megah dari apa yang dia bangun, dan telah membangun istana yang lebih tinggi dari apa yang dia bangun, kemudian Allah membinasakan Fir’aun dan menghancurkan apa yang dia bangun dan dia tinggikan, oh andai saja Al Hajjaj mengetahui bahwa semua yang di langit telah memurkainya dan bahwa penduduk bumi telah menipunya.

Dan tatkala salah seorang pendengar mengkhawatirkannya dan berkata kepadanya: Cukup wahai Abul Hasan, cukup saja! Maka Al Hasan mengatakan kepadanya: Sungguh Allah telah mengambil janji atas ahli ilmu untuk menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya…

Dan tatkala Al Hajjaj mendengar hal ini, maka ia memerintahkan agar disiapkan pedang dan wadah kulit kemudian keduanya dihadirkan, kemudian dia mengirim sebagian polisinya untuk menghadirkan Al Hasan Al Bashriy, dan tatkala Al ‘Alim Ar Rabbaniy itu masuk ke majelis Al Hajjaj sedang pada dirinya ada keagungan dan ‘izzah orang muslim, maka Al Hajjaj merasa segan terhadapnya dan berkata kepadanya: “Di sini wahai Abu Sa’id di sini wahai Abu Sa’id” sampai ia mendudukan Al Hasan di atas permadaninya…

Dan Abu Bakar Al Baghdadiy akan membawa contoh-contoh yang bersejarah itu ke zaman kita ini dan ia akan melemparkan ulama suu’ dan para klaimer ilmu ke tempat-tempat pembuangan sampah, oleh sebab itu mereka membenci Abu Bakar Al Baghdadiy.

Abu Bakar Al Baghdadiy dibenci oleh semua thaghut yang menindas umat ini, para tirani rusak itulah yang menjadikan negeri-negeri Allah sebagai kapling-kapling pribadi dan menjadikan hamba-hamba-Nya sebagai budak dan pelayan. Mereka itu sudah terbiasa melihat rakyat ini hina dina, setelah mereka membungkam setiap orang merdeka yang mulia yang menolak kehinaan dan menentang ketundukan, sehingga jadilah penjara-penjara yang ada itu tempat singgah bagi orang-orang yang mulia, dan tiang-tiang gantungan menjadi kalung-kalung yang melilit di leher orang-orang shalih.

Orang-orang hina itu telah menjadikan pemerintahan terhadap orang-orang islam sebagai permasalahan keluarga yang mana rakyat tidak boleh ikut campur di dalamnya, dan telah menjadikan kekayaan alam sebagai kepemilikan pribadi di mana mereka bersedekah dengannya terhadap orang-orang yang mereka sukai tanpa perhitungan atau permintaan, bagaimana tidak sedangkan mereka itu adalah paduka-paduka yang mulia dan baginda raja yang agung! Sungguh mereka telah menetapkan keterjagaan dari jangkauan hukum bagi diri mereka dan kekebalan hukum bagi anak-anak dan cucu-cucu mereka, dan seandainya Al Qur’an tidak ada di tengah-tengah kita tentu mereka menyerukan di hadapan manusia: “Akulah tuhan kalian tertinggi”.

Mereka takut kepada Abu Bakar Al Baghdadiy, karena mereka mengetahui bagaimana Thaliban menggantung Presiden Afganistan yang komunis Najibullah dengan tali sepatunya di lapangan umum. Mereka takut kepada Abu Bakar Al Baghdadiy, dikarenakan mereka yakin bahwa ia berniat membebaskan kaum muslimin dari belenggu-belenggu kehinaan dan kenistaan, dan saat itu jutaan kaum muslimin yang tertindas akan menggiring para penguasa mereka di bawah lemparan batu dan injakan sepatu menuju tong sampah sejarah, di mana itu adalah tempat akhir mereka..Sesungguhnya Abu Bakar Al Baghdadiy memiliki arti kehancuran bagi mereka itu, oleh karenanya mereka takut kepadanya dan membencinya.

Sungguh masyarakat muslim telah tunduk kepada penguasanya seraya pasrah kepada nasibnya dalam kepatuhan yang tercela, dan seolah semua individunya adalah hasil kloning-an dari kambing Doly, tidak ada kehidupan pada mereka, tidak ada gerakan, lagi tidak keluar dari kebiasaan, hasil kloning-an yang membosankan yang berkembang biak dengan membelah diri dari induknya, tidak seorang-pun di antara mereka yang bertanya-tanya kepada dirinya: Bagaimana bagi seorang laki-laki lain yang keluar dari kemaluan perempuan dia bisa memperbudak-ku sedangkan aku ini anak wanita merdeka? Bagaimana bagi raja thaghut yang kafir kepada Allah di mana dia itu seperti binatang ternak bahkan lebih sesat dia bisa dinamakan paduka raja atau baginda yang mulia atau tuan yang agung, padahal dia itu di sisi Allah tidak senilai dengan sayap seekor nyamuk? Bagaimana bagi istrinya dia menjadi ratu dan puterinya menjadi amirah (pemimpin wanita), dan itu memimpin terhadap siapa? Terhadapku dan terhadap anak-anak-ku dan cucu-cucuku ? Bagaimana bisa dia memiliki hak memaafkan dan menghukum, memberi dan menahan sedangkan dia itu di dalam perutnya membawa kotoran dan sampah yang seandainya kamu melihatnya tentu kamu berpaling lari dari baunya..

Bagaimana bagi orang dungu yang disebut raja atau presiden ini dia menjadi rajaku atau presidenku padahal aku tidak pernah memberikan kepadanya gelar itu. Oh kasian umat yang tertidur pulas dalam kenyenyakan musim dingin, mereka memakan apa yang disimpannya di musim seminya berupa kepahlawanan dan peperangan Islam yang telah lalu.

Mereka membenci Abu Bakar Al Baghdadiy, karena ia akan membangkitkan umat yang lagi tidur, dikarenakan ia akan membersihkan debu kehinaan darinya, dikarenakan Namrud itu membenci Ibrahim, dikarenakan Fir’aun itu membenci Musa dan dikarenakan Kisra itu membenci Khalid.

Mereka itu membenci Abu Bakar Al Baghdadiy… karena masa para penguasa Fir’aun, para Kaisar dan para Kisra akan lenyap lewat tangan sang pria Quraisy yang agung itu, dan akan mulai masa “Khilafah ‘Alaa Minhaj An Nubuwwah” dengan pertolongan Allah dan karunianya.

Beliau dibenci oleh para perampok dan para pebisnis darah yang bersembunyi di balik pakaian muqawamah (perlawanan) untuk meraih kepentingan-kepentingan dunia yang hina. Mereka itu tidak ada perbedaan antara diri mereka dengan para pengkhianat yang terjun ke dalam bursa politik rendahan, akan tetapi mereka itu lebih rakus, ambisi dan licik. Mereka itu tidak berjihad di jalan Allah, dan mereka tidak mengklaim itu kecuali dalam rangka mengecoh keluguan awam kaum muslimin dan menghisap darah mereka, setelah mereka yakin bahwa slogan-slogan kedaerahan, nasionalisme dan bath (partai Bath) sudah tidak laku lagi di telinga kaum muslimin, maka mereka memutuskan untuk mengikuti arus gelombang sampai waktu tertentu, tauladan mereka adalah Kamal Ataturk, Sa’ad Zaghlul, (Jamal) Abdul Nasher, Ibnu Bilala serta orang-orang semacam mereka dari kalangan “Para Pencoleng Buah Jihad”. Sungguh deklarasi Daulah Islamiyyah di Iraq dan Syam itu telah menjadi rudal yang ditembakkan dari jarak jauh yang tepat mengenai mereka secara telak saat kelengahan mereka, sehingga mereka telah merasa bahwa setiap jalan-jalan yang hina yang mereka lalui untuk memetik buah (jihad) kali ini tidak akan berhasil.

Deklarasi perluasan Daulah ini telah memaksa mereka untuk meninggalkan taqiyyah (kepura-puraan) dan (memaksa) mereka untuk tampil dengan wajah buruk mereka yang sebenarnya, maka mereka mengerahkan pena-pena dan stasiun-stasiun media mereka untuk mencoreng (dan memfitnah) para tokoh Daulah Islamiyyah.

Mereka itu tidak tahan melihat makar bertahun-tahun yang mereka lakukan lenyap begitu saja di hadapan makar Allah: “Dan sungguh mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung bisa lenyap karenanya.” (Ibrahim: 46).

Deklarasi perluasan Daulah di waktu yang dinilai terlalu dini oleh sebagian orang, adalah sungguh telah memberi imun front jihad di Syam dengan vaksin Daulah, sedangkan apa yang kalian lihat berupa goncangan dan kekhawatiran yang dibuat-buat oleh musuh-musuh Daulah dari kalangan penganut manhaj-manhaj pengganti atau alternatif, itu tidak lain adalah demam ringan dan goresan kulit sedikit yang menimpa front Syam setelah disuntik oleh Abu Bakar Al Baghdadiy dengan vaksin itu. Seandainya Majlis Syura Daulah terlambat lebih dari itu dalam pendeklarasian perluasan Daulah, umpamanya menunggu jatuhnya pemerintahan Basyar, tentu menjadi hal yang mustahil bagi Daulah Islamiyyah untuk mendeklarasikan dirinya dengan semudah itu, dan tentu lontaran-lontaran sebagian orang, teriakan-teriakan mereka dan fitnah-fitnah mereka akan berubah menjadi bom-bom, roket-roket dan peperangan intern yang besar.

Oleh karena inilah mereka itu membenci Abu Bakar Al Baghdadiy.

Selesai.

Ditulis oleh Abu Dujanah Al Khurasaniy.

Abu Sulaiman Al Arkhabiliy berkata: Selesai saya tertemahkan pada hari selasa tanggal 19 Shafar 1435H di LP Kembang Kuning Nusakambangan Cilacap.

Sumber : Al-Mustaqbal Channel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s